<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936</id><updated>2011-07-31T15:35:36.781+07:00</updated><category term='Pemberitahuan'/><category term='Pojok Teknologi'/><category term='Menuntut Ilmu'/><category term='Makna Hidup'/><category term='Puisiku Puisimu'/><category term='Amazing is Science'/><category term='Wonderful Phenomenon'/><category term='Experience'/><category term='Opini'/><category term='Inspirasi'/><title type='text'>New Spirit of Ramadhan</title><subtitle type='html'>Menggapai jati diri - Dalam kehidupan ini</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-5096308728681914483</id><published>2009-07-10T14:31:00.001+07:00</published><updated>2009-07-10T14:32:21.891+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku Puisimu'/><title type='text'>Hinggaplah Cinta</title><content type='html'>Kusadari cinta ini menghinggapi&lt;br /&gt;Merekah semerah delima serona jingga&lt;br /&gt;Hangat mesra merasuk sukma hingga jiwa&lt;br /&gt;Meski sementara aku tetap mensyukurinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wangi semerbak kasturi&lt;br /&gt;Seindah pelangi dan warna senja merona&lt;br /&gt;Semerdu kicauan burung yang bersenandung&lt;br /&gt;Seaneka dunia dipadu berbagai warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin indahnya dunia dan seisinya&lt;br /&gt;Aku ingin indahnya jannah yang belum pernah kujumpai&lt;br /&gt;Aku ingin indahnya warna yang belum pernah kutemui&lt;br /&gt;Aku ingin indahnya keberagaman aneka rupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ingin kulewati seluruh aneka keindahan&lt;br /&gt;Hanya untuk menemukan cinta&lt;br /&gt;Cinta ciptaanNya yang dikaruniakan pada seluruh insan&lt;br /&gt;Cinta yang aneka rupanya tersebar di setiap insan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sehalus sutra nan menawan&lt;br /&gt;Setipis awan putih nan menggoda pengelihatan&lt;br /&gt;Seindah taburan gemintang menemani rembulan&lt;br /&gt;Seindah gemericik hujan rintik nan romantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin dihinggapi cinta&lt;br /&gt;Aku ingin menemui cinta yang secinta-cintanya&lt;br /&gt;Cinta yang tak pernah pudar dan tak lekang oleh zaman&lt;br /&gt;Cinta sejati nan abadi yang akan membimbing diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semakin kusadari&lt;br /&gt;Bahwa cinta itu tidaklah mudah dipikul dan dicari&lt;br /&gt;Dan pula tak mudah ditemukan&lt;br /&gt;Itulah cinta sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang bagaimanakah Ya Allah?&lt;br /&gt;Cinta yang pantas bagimu?&lt;br /&gt;Cinta yang akan membimbing diri ini kepadaMu?&lt;br /&gt;Cinta yang akan mempertemukan aku kepadaMu?&lt;br /&gt;==New Spirit (Puisiku Puisimu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fajar menyongsong&lt;br /&gt;Gelap pun hilang&lt;br /&gt;Hitam berganti terang&lt;br /&gt;Gemintang menghilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insan tersadar dari mimpi&lt;br /&gt;Ingin mendapati paginya hari&lt;br /&gt;Memulai segala dari ini&lt;br /&gt;Menjadi pemenang atas diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun, berdiri, siapkan diri!&lt;br /&gt;Menyongsong pagi nan berseri&lt;br /&gt;Hari ini kita ‘kan berlari&lt;br /&gt;Menuju impian di hadapan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah engkau menyembunyikan diri&lt;br /&gt;Masa depan ada di tangan kita&lt;br /&gt;Belajar tanpa ingin mengeluh&lt;br /&gt;Maju tanpa kenal lelah&lt;br /&gt;Mencoba tanpa pantang menyerah&lt;br /&gt;Mengajarkan tanpa kenal benci&lt;br /&gt;Menghadap depan tanpa ingin berbalik&lt;br /&gt;Menyongsong impian tanpa kenal pengorbanan&lt;br /&gt;Menuju masa depan yang ada di tangan kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan sadarlah engkau&lt;br /&gt;Mari bersama kita meniti jalan panjang ini&lt;br /&gt;Menuju masa depan yang berarti&lt;br /&gt;Menuju impian yang jauh setinggi langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski diri kita terbatas&lt;br /&gt;Potensi tak ingin mengenal batas&lt;br /&gt;Menjulang meninggi&lt;br /&gt;Menggapai angan-angan jauh dari diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan sadarlah engkau&lt;br /&gt;Mari bersama kita meniti jalan panjang ini&lt;br /&gt;Menuju masa depan yang berarti&lt;br /&gt;Menyongsong impian di hati&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-5096308728681914483?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/5096308728681914483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=5096308728681914483' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/5096308728681914483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/5096308728681914483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/07/hinggaplah-cinta.html' title='Hinggaplah Cinta'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-3460284574626763480</id><published>2009-07-10T14:30:00.001+07:00</published><updated>2009-07-10T14:32:55.362+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Amerika: Center of Problem</title><content type='html'>Akhir-akhir ini kemelut sedang memuncak di daerah timur tengah, daerah yang kaya akan sumber daya dan juga dikenal sebagai daerah dengan banyak pemeluk muslim yang benar-benar muslim. Mulai dari Palestina dengan Israel, Pakistan menghadapi Taliban, Iran dengan konflik politiknya, Afghanistan dan Irak yang juga tetap nasibnya seperti dahulu. Tahukah Anda? Semuanya ternyata akibat ulah tangan manusia yang rakus dan tamak. Siapa lagi kalau bukan penganut dan pemegang kekuasaan kapitalisme sejati, Amerika/US. Meski jelas kapitalisme gagal dan menunggu runtuhnya, tapi hingga kini budaya kapitalnya belum hilang. Daerah negeri muslim di timur tengah pun tak luput dari campur tangan dan penetrasinya. Terbukti baru-baru ini, kemelut politik di Iran juga dikompori oleh Amerika dan Inggris (Metro TV/MHI: 25/6/09) di pemerintahan Iran. Apakah tujuannya sebenarnya sudah jelas, mereka ingin menguasai daerah TimTeng yang kaya dan menghancurkan kekuatan Islam yang memusuhi Amerika.&lt;br /&gt;Nah, kawan-kawan Indonesia yang super (gayanya Mario Teguh nih...) seperti yang kita ketahui, Amerika sering menggembar-gemborkan usaha melawan terroris. Namun nampaknya banyak orang tidak tahu siapakah terroris itu sebenarnya. Kalau Amerika sendiri sering menisbatkan terroris itu adalah para militan muslim yang digambarkan bengis, kejam, dan hukumnya juga tak manusiawi. Akan tetapi apakah Anda percaya dengan Amerika sang kapitalis, negeri kafir? Tidak. Kebanyakan ucapan mereka dusta kepada kita. Mereka berusaha menciptakan image bahwa Islam dan sistem Syari’ahnya itu amatlah bengis kejam dan tak manusiawi, bahkan kepada orang-orang Islam sendiri, seperti yang terjadi di Indonesia ini, sehingga yang terjadi adalah Muslim semakin meninggalkan Islam. Naudzubillah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya sendiri tidak membenci Amerika sepenuhnya, karena banyak saudara-saudara Muslim kita yang teguh juga di sana dan juga ikut berjuang membela Islam. Sebenarnya yang harus kita benci adalah politik Amerika yang kapitalis dan ingin menguasai seluruh dunia ini, lewat kekayaan yang sebenarnya dimiliki dunia Muslim. Oleh karena itu kawan, sebenarnya banyak di antara kita sangat muak dan tidak suka dengan Amerika dan negara-negara barat sekutunya. Mereka berhasil mempenetrasi Islam dengan ide-ide liberalisme, sekularisme, demokrasi, kapitalisme, persamaan gender, HAM, dan sebagainya yang sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Islam, dan juga benar-benar merusak Islam. Lihat saja mereka pejuang nilai-nilai demokrasi, gender, ataupun HAM selalu merasa dirinya benar, padahal jika kita menilik pada syari’at Islam, itu justru salah kaprah. Inilah indikator mengapa nilai sekuler telah masuk di dalam Islam. Nampaknya Amerika sukses dalam hal ini. Inilah inti utama mengapa Islam dipandang sebelah mata di dunia ini secara umum.&lt;br /&gt;Sekarang, saatnya kita bermuhasabah diri. Tidak selamanya berburuk sangka itu jalur efektif dalam menghadapi musuh. Kita harus mencari kesalahan diri sendiri dan berusaha menambal kekurangan untuk selanjutnya membangun diri. Cara ini biasanya lebih efektif karena metodenya lain dari metode Amerika yang terpaku dalam persaingan kapitalisme. Dalam muhasabah kita dapat membangun diri tanpa ada batasan acuan seperti pada metode persaingan. Nah, sobat, kini kita nilai dari dalam Islam. Kita tahu para saudara kita Muslim sendiri lebih terkesan taklid buta daripada memahami Islam secara kaffah. Kaum muslimin sekarang lebih menilai agama Islam ini sebagai ibadah ritual semata, Hablumminallah saja. Sedangkan dakwah hanya terpaku dalam masalah akhlak saja. &lt;br /&gt;Sungguh semua kaum muslimin meninggalkan kekaffahan Islam, yang sebenarnya Islam itu hanya bisa dikatakan Islam bila ia dijalankan secara kaffah. Nah, ibarat komputer, kini kaum muslimin cuma terpaku pada processor dan harddisknya saja, sedang RAM dan power supply dan juga lainnya tidak dipermasalahkan sama sekali, padahal jika komputer itu ingin dijalankan, semua komponen harus ada dan komplit, hardware maupun softwarenya. Nah kawan-kawanku, kini saatnya menyeru untuk mengembalikan kejayaan Islam dengan kekaffahannya, agar Islam tidak meredup dan agar ia dapat berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu sebagai rahmatan lil alamin, rahmat bagi semesta alam. Islam adalah satu-satunya sistem terbaik yang diberikan Allah, Pencipta dan Pengatur kita semua agar kita dapat hidup sebagai manusia di dunia, bukan sebagai perusak.&lt;br /&gt;Wallahua’lam Bisshowwab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-3460284574626763480?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/3460284574626763480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=3460284574626763480' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/3460284574626763480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/3460284574626763480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/07/amerika-center-of-problem.html' title='Amerika: Center of Problem'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-5430859153424202544</id><published>2009-07-10T14:29:00.000+07:00</published><updated>2009-07-10T14:30:01.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku Puisimu'/><title type='text'>Doaku karena Langit</title><content type='html'>Gradasi langit indah nan menawan&lt;br /&gt;Fajar pagi menghapus kelam&lt;br /&gt;Senja jingga menutup terik&lt;br /&gt;Ditemani awan aneka rupa pesonanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Birunya langit siang memberi warna&lt;br /&gt;Gelapnya langit malam menenangkan jiwa gelisah&lt;br /&gt;Berhamburnya bintang di langit meramaikan keindahan&lt;br /&gt;Bulan bintang bergiliran menjaga aktivitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejuta warna nan elok tersembunyi di sana&lt;br /&gt;Ialah langit yang luas tak terkira&lt;br /&gt;Ialah yang terpisah dari bumi entah berapa jaraknya&lt;br /&gt;Ialah ciptaan Allah Yang Maha Esa&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cerahnya siang gelapnya malam silih berganti&lt;br /&gt;Memberi waktu bagi manusia yang serba terbatas&lt;br /&gt;Meninggi di sana memberi arti&lt;br /&gt;Bagi para insan berbekal akal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah engkau wahai kawan menerka&lt;br /&gt;Apakah arti yang disembunyikan Allah dalam indahnya langit&lt;br /&gt;Ia begitu tak tertandingi, tak tereksplorasi&lt;br /&gt;Ia ruang yang tak terjangkau terkira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujud pada ilahi atas kebesaranNya&lt;br /&gt;Ia Maha Pencipta atas apa yang sungguh luar biasa&lt;br /&gt;Sungguh manusia amatlah tak mengerti&lt;br /&gt;sampai mana ia mengerti, sampai sejauh mana ia memahami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang akal bumi yang terjangkau masih belum mengerti&lt;br /&gt;Hendak langit tak terkira dijamahi&lt;br /&gt;Meski bumi dan langit tak dapat disatukan&lt;br /&gt;Meski keduanya diliputi misteri tak terduga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh luar biasa imaji manusia&lt;br /&gt;Ia berusaha memahami misteri sampai kapanpun jua&lt;br /&gt;Menggapai iman yang belum pernah ia temui&lt;br /&gt;Mengusung segala apa yang ada di bumi dan langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang&lt;br /&gt;Sungguh besar ilmu yang Engkau miliki&lt;br /&gt;Berikanlah ilmu yang manfaat bagi kami para manusia&lt;br /&gt;Agar kami dapat menempuh hidup ini penuh dengan kemanfaatan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-5430859153424202544?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/5430859153424202544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=5430859153424202544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/5430859153424202544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/5430859153424202544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/07/doaku-karena-langit.html' title='Doaku karena Langit'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-4218897294561979865</id><published>2009-07-10T14:04:00.001+07:00</published><updated>2009-07-10T14:10:16.518+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku Puisimu'/><title type='text'>Mengapa Engkau Melupakan itu Semua</title><content type='html'>Mengapa dunia fana begitu melenakan?&lt;br /&gt;meski suatu nikmat tak bertahan lama&lt;br /&gt;meski maksiat tak terlalu menyenangkan&lt;br /&gt;meski dosa sulit dipikul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana begitu menjerumuskan?&lt;br /&gt;meski hati nurani selalu ada dalam diri&lt;br /&gt;meski budi pekerti telah terpatri&lt;br /&gt;meski ilmu telah kita pelajari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana begitu menina-bobokkan?&lt;br /&gt;meski pikir selalu terjaga waspada&lt;br /&gt;meski akal ada untukku&lt;br /&gt;meski waktu sempit ada pada diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini penuh dengan tipu daya?&lt;br /&gt;meski iman ini ada di hati&lt;br /&gt;meski baik buruk telah jelas di hati&lt;br /&gt;meski akal telah ada untuk kemanfaatan diri ini&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menapa dunia fana ini penuh dengan permusuhan?&lt;br /&gt;meski insan sadar dengan sanak saudara&lt;br /&gt;meski insan berbalut hati nurani&lt;br /&gt;meski insan juga ingin hidup damai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini penuh dengan kerusakan?&lt;br /&gt;meski insan maju dengan teknologinya&lt;br /&gt;meski insan tak ingin bencana menimpanya&lt;br /&gt;meski insan tak ingin kekacauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini penuh dengan duka lara?&lt;br /&gt;meski pemimpin ada dan berada di tengah kita&lt;br /&gt;meski sumber daya melimpah untuk kita semua&lt;br /&gt;meski kebahagian sebenarnya milik kita semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini penuh dengan maksiat?&lt;br /&gt;meski cahaya keimanan tersebar berkilauan&lt;br /&gt;meski setiap insan tak menghendakinya&lt;br /&gt;meski setiap insan menyadari keburukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun wahai saudara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini dipenuhi dengan cobaan?&lt;br /&gt;agar kita dapat menemui kesabaran dan tawakkal&lt;br /&gt;agar kita dapat selalu mengingat akan siapa pencipta dan pengatur kita&lt;br /&gt;agar kita dapat menemui satu-satunya agama yang diridhaiNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini dipenuhi dengang bencana?&lt;br /&gt;agar kita dapat kembali mengingat siapa Pencipta kita&lt;br /&gt;agar kita dapat tersadar dari segala kesombongan&lt;br /&gt;agar kita dapat tersadar dari segala maksiat dan kejumudan diri kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini dilengkapi dengan keindahan?&lt;br /&gt;agar kita dapat bersyukur kepadaNya&lt;br /&gt;agar kita dapat menemukan jalanNya yang lurus&lt;br /&gt;agar kita dapat menemui satu-satunya agama yang diridhaiNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini dipenuhi hal misterius?&lt;br /&gt;agar kita dapat memikirkan kebesaranNya&lt;br /&gt;agar kita dapat memahami eksistensiNya&lt;br /&gt;agar kita dapat menemui satu-satunya agama yang diridhaiNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini diliputi dengan persaudaraan?&lt;br /&gt;agar kita dapat saling mengenal satu sama lain&lt;br /&gt;agar kita dapat menjalankan dunia dengan baik&lt;br /&gt;agar kita dapat menemui satu-satunya agama yang diridhaiNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini diliputi dengan perbedaan?&lt;br /&gt;agar kita dapat menemukan persamaan&lt;br /&gt;agar kita dapat menemukan indahnya dunia dan persaudaraan&lt;br /&gt;agar kita dapat menemui satu-satunya agama yang diridhaiNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini dipenuhi insan yang cemerlang?&lt;br /&gt;agar kita dapat memberikan kemanfaatan bagi insan yang lain&lt;br /&gt;agar kita dapat menyerukan gemuruhnya takbir&lt;br /&gt;agar kita dapat menemui satu-satunya agama yang diridhaiNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah wahai saudara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hidup yang mulia ini bukanlah sia-sia&lt;br /&gt;Ia ujian nyata dan pasti untuk masa depan kelak&lt;br /&gt;Ia bukan hal yang mudah dibuang untuk kepentingan dunia&lt;br /&gt;Akan tetapi ia adalah obsesi untuk berjuang di jalan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup di dunia bukan serta merta&lt;br /&gt;Kita datang karena ada yang menyebabkan, yaitu Allah yang menciptakan kita&lt;br /&gt;Kita membutuhkan Allah, bukan Allah yang membutuhkan kita&lt;br /&gt;Ingatlah saudara untuk selalu berniat untuk Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad yang mulia adalah tujuan kita...&lt;br /&gt;Khusnul Khatimah pasti adalah keinginan kita...&lt;br /&gt;Jannah yang indah adalah cita-cita kita...&lt;br /&gt;cinta kepada Allah dan RasulNya adalah jembatan itu semua...&lt;br /&gt;dan Islam adalah tentu untuk kita semua...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-4218897294561979865?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/4218897294561979865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=4218897294561979865' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/4218897294561979865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/4218897294561979865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/07/mengapa-engkau-melupakan-itu-semua_10.html' title='Mengapa Engkau Melupakan itu Semua'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-1663295826410418277</id><published>2009-07-10T14:04:00.000+07:00</published><updated>2009-07-10T14:10:06.535+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Engkau Melupakan itu Semua</title><content type='html'>Mengapa dunia fana begitu melenakan?&lt;br /&gt;meski suatu nikmat tak bertahan lama&lt;br /&gt;meski maksiat tak terlalu menyenangkan&lt;br /&gt;meski dosa sulit dipikul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana begitu menjerumuskan?&lt;br /&gt;meski hati nurani selalu ada dalam diri&lt;br /&gt;meski budi pekerti telah terpatri&lt;br /&gt;meski ilmu telah kita pelajari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana begitu menina-bobokkan?&lt;br /&gt;meski pikir selalu terjaga waspada&lt;br /&gt;meski akal ada untukku&lt;br /&gt;meski waktu sempit ada pada diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini penuh dengan tipu daya?&lt;br /&gt;meski iman ini ada di hati&lt;br /&gt;meski baik buruk telah jelas di hati&lt;br /&gt;meski akal telah ada untuk kemanfaatan diri ini&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menapa dunia fana ini penuh dengan permusuhan?&lt;br /&gt;meski insan sadar dengan sanak saudara&lt;br /&gt;meski insan berbalut hati nurani&lt;br /&gt;meski insan juga ingin hidup damai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini penuh dengan kerusakan?&lt;br /&gt;meski insan maju dengan teknologinya&lt;br /&gt;meski insan tak ingin bencana menimpanya&lt;br /&gt;meski insan tak ingin kekacauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini penuh dengan duka lara?&lt;br /&gt;meski pemimpin ada dan berada di tengah kita&lt;br /&gt;meski sumber daya melimpah untuk kita semua&lt;br /&gt;meski kebahagian sebenarnya milik kita semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini penuh dengan maksiat?&lt;br /&gt;meski cahaya keimanan tersebar berkilauan&lt;br /&gt;meski setiap insan tak menghendakinya&lt;br /&gt;meski setiap insan menyadari keburukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun wahai saudara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini dipenuhi dengan cobaan?&lt;br /&gt;agar kita dapat menemui kesabaran dan tawakkal&lt;br /&gt;agar kita dapat selalu mengingat akan siapa pencipta dan pengatur kita&lt;br /&gt;agar kita dapat menemui satu-satunya agama yang diridhaiNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini dipenuhi dengang bencana?&lt;br /&gt;agar kita dapat kembali mengingat siapa Pencipta kita&lt;br /&gt;agar kita dapat tersadar dari segala kesombongan&lt;br /&gt;agar kita dapat tersadar dari segala maksiat dan kejumudan diri kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini dilengkapi dengan keindahan?&lt;br /&gt;agar kita dapat bersyukur kepadaNya&lt;br /&gt;agar kita dapat menemukan jalanNya yang lurus&lt;br /&gt;agar kita dapat menemui satu-satunya agama yang diridhaiNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini dipenuhi hal misterius?&lt;br /&gt;agar kita dapat memikirkan kebesaranNya&lt;br /&gt;agar kita dapat memahami eksistensiNya&lt;br /&gt;agar kita dapat menemui satu-satunya agama yang diridhaiNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini diliputi dengan persaudaraan?&lt;br /&gt;agar kita dapat saling mengenal satu sama lain&lt;br /&gt;agar kita dapat menjalankan dunia dengan baik&lt;br /&gt;agar kita dapat menemui satu-satunya agama yang diridhaiNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini diliputi dengan perbedaan?&lt;br /&gt;agar kita dapat menemukan persamaan&lt;br /&gt;agar kita dapat menemukan indahnya dunia dan persaudaraan&lt;br /&gt;agar kita dapat menemui satu-satunya agama yang diridhaiNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dunia fana ini dipenuhi insan yang cemerlang?&lt;br /&gt;agar kita dapat memberikan kemanfaatan bagi insan yang lain&lt;br /&gt;agar kita dapat menyerukan gemuruhnya takbir&lt;br /&gt;agar kita dapat menemui satu-satunya agama yang diridhaiNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah wahai saudara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hidup yang mulia ini bukanlah sia-sia&lt;br /&gt;Ia ujian nyata dan pasti untuk masa depan kelak&lt;br /&gt;Ia bukan hal yang mudah dibuang untuk kepentingan dunia&lt;br /&gt;Akan tetapi ia adalah obsesi untuk berjuang di jalan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup di dunia bukan serta merta&lt;br /&gt;Kita datang karena ada yang menyebabkan, yaitu Allah yang menciptakan kita&lt;br /&gt;Kita membutuhkan Allah, bukan Allah yang membutuhkan kita&lt;br /&gt;Ingatlah saudara untuk selalu berniat untuk Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad yang mulia adalah tujuan kita...&lt;br /&gt;Khusnul Khatimah pasti adalah keinginan kita...&lt;br /&gt;Jannah yang indah adalah cita-cita kita...&lt;br /&gt;cinta kepada Allah dan RasulNya adalah jembatan itu semua...&lt;br /&gt;dan Islam adalah tentu untuk kita semua...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-1663295826410418277?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/1663295826410418277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=1663295826410418277' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/1663295826410418277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/1663295826410418277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/07/mengapa-engkau-melupakan-itu-semua.html' title='Mengapa Engkau Melupakan itu Semua'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-662932852991745483</id><published>2009-05-25T11:53:00.001+07:00</published><updated>2009-05-25T11:55:09.020+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Experience'/><title type='text'>Sekolahku, Janganlah Engkau Pergi Menghapus Harapanku!</title><content type='html'>Weits, judul apaan tuh. Memangnya sekolah kamu terbakar? Atau roboh kena bencana? Bukan... Kondisi ini menggambarkan kondisi sekolah saya saat ini (SMAN 3 Malang) yang agak "memprihatinkan". Memang minggu ini adalah puncak ketegangan masalah yang dihadapi sekolah saya. Anak OSIS memimpin demo kepada kepala sekolah dan Diknas atas isu akan dicabutnya RSBI SMAN 3 Malang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum SK atau Surat Keputusan keluar, tepatnya Rabu 20 Mei 2009 kemarin, seluruh siswa SMA Negeri 3 Malang beserta dukungan para alumni yang sempat datang melakukan unjuk rasa di Lapangan SMA Negeri 3 Malang. Massa siswa dikerahkan oleh OSIS, MPK dan Mas Adi yang sekarang kelas XII (mau lulus). Para guru juga sebenarnya ingin masalah ini diselesaikan dengan jalan perundingan, akan tetapi anak-anak tetap ingin melakukan demonstrasi untuk menunjukkan ketidaksetujuan terhadap pencabutan RSBI SMAN 3 Malang. Namun pada akhirnya jalan perundingan tetap dilaksanakan dari wakil tiap pihak, yaitu siswa, sekolah dan dari Diknas.&lt;br /&gt;Sementara perundingan masih berlanjut, para siswa dan beberapa guru melakukan Sholat Dhuha berjamaah dan istighosah yang dipimpin oleh Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 3 Malang, Pak Rahmad dan Pak Nasikin. Setelah usai, akhirnya keluar keputusan sementara bahwa RSBI SMAN 3 Malang tidak akan dicabut. Keputusan ini melegakan siswa dan pihak guru. Sementara proses tindak lanjut kepada 3 guru SMAN 3 Malang yang lain, masih terus berlanjut. Semoga kondisi belajar mengajar di SMAN 3 Malang segera kondusif, mengingat UAS sebentar lagi akan tiba, 8 Juli besok.&lt;br /&gt;Nah, akhir kata, buat saudara-saudara lain yang sekolah di sekolah yang menyandang predikat RSBI, hati-hati agar jangan sampai mengulang pengalaman pahit SMAN 3 Malang ini. Unsur politis berbau kapitalis ini sangat melekat di kalangan RSBI, jadi nampaknya mudah tersangkut oleh kasus-kasus yang sebenarnya tak diinginkan semua pihak. Meskipun begitu, ini adalah sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Hikmah itu selalu ada di balik peristiwa.&lt;br /&gt;Wallahua'lam Bisshowwab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-662932852991745483?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/662932852991745483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=662932852991745483' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/662932852991745483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/662932852991745483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/05/sekolahku-janganlah-engkau-pergi.html' title='Sekolahku, Janganlah Engkau Pergi Menghapus Harapanku!'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-3656156734226715885</id><published>2009-05-21T07:39:00.000+07:00</published><updated>2009-05-21T07:42:15.798+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Resurrection! Apa yang harus kita lakukan?</title><content type='html'>20 Mei adalah Hari Kebangkitan Nasional versi orang-orang Indonesia. Sebenarnya kebangkitan yang bagaimanakah yang seharusnya terjadi? Atau jangan-jangan kebangkitan yang dimaksud selama ini hanyalah semu belaka? tak berarti apapun.&lt;br /&gt;Sebenarnya, Indonesia mengenang momen tonggak kebangkitan kesadaran masyarakat dari penjajahan melalui Hari Kebangkitan Nasional. Namun lucunya, tampaknya mayoritas masyarakat justru tidak menyadari penjajahan yang sedang kita alami sekarang. Tanpa disadari muncul gambaran bahwa Indonesia suka mengenang masa lalu tanpa tahu dan sadar masa kini ke depannya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lho kok? Kenapa? Para pemuda banyak yang tidak sadar bahwa mereka sedang dijajah oleh bangsa barat, melalui budaya yang selalu mereka bawa dan mereka rasa sebagai yang paling modern. Padahal modern itu tak berarti apa-apa bila pada akhirnya modern itu menghancurkan negara kita.&lt;br /&gt;Coba tengok kembali, apakah yang diharapkan dari momen kebangkitan nasional ini? Kita semua ingin agar negara ini berkembang dan maju di kancah dunia bukan? Namun bagaimana masa depan negara jika secara budaya saja sudah dijajah, lalu tidak disadari pula. Secara nyata penjajahan itu berlatar belakang ingin menguasai. Negeri barat yang kapitalis materialistis ingin menguasai kekayaan negeri zamrud khatulistiwa ini demi pemuasan harta mereka.&lt;br /&gt;Indonesia yang kaya ini, jika tak diimbangi oleh manusia yang berwawasan dan berkepribadian baik akan segera luntur digerus zaman dan penjajahan yang merajalela. Oleh karena itu, akan lebih berarti jika momen Hari Kebangkitan Nasional ini dijadikan sebagai ajang refleksi diri dan muhasabah diri agar jauh ke depan, negeri kaum muslimin ini tidak runtuh oleh tangan-tangan kaum barat yang ingin berkuasa. Saya mengutip dari guru saya, jangan jadikan hidup sebagai ajang kompetisi, tapi jadikanlah hidup sebagai ajang refleksi. Refleksi akan menjadikan tolok ukur yang tak terhingga pada diri kita, sehingga kita akan selalu membenahi setiap kekurangan pada diri kita. Berbeda sekali dengan pandangan kompetisi yang selalu ingin menjegal lawan dan tak puas hanya dengan berdiri di posisi paling atas.&lt;br /&gt;Wallahua'lam Bisshowwab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-3656156734226715885?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/3656156734226715885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=3656156734226715885' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/3656156734226715885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/3656156734226715885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/05/resurrection-apa-yang-harus-kita.html' title='Resurrection! Apa yang harus kita lakukan?'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-4872565656852384050</id><published>2009-05-05T19:31:00.002+07:00</published><updated>2009-05-05T19:37:42.624+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Experience'/><title type='text'>Pemilu Legislatif 2009, Kenangan Buruk...</title><content type='html'>Baru saja kita telah melewati Pemilu 2009 tahap pertama untuk menentukan calon legislatif yang dipilih oleh masyarakat. Barangkali pemilu ini yang digembor-gemborkan oleh pemerintah sebagai ikon demokrasinya Indonesia. So what? Kalau dulu pemilu 2004 dibilang berhasil sekarang bagaimana? Kemelut politik memang semakin membara, tapi jangan lupa bahwa pemilu caleg yang lalu memberikan luka yang sangat dalam bagi sebagian kalangan yang ikut serta mencalonkan diri sebagai caleg. Dari perkiraan para dokter sebelum pemilu dilaksanakan, kira-kira sekitar 50 persen caleg yang gagal akan mengalami stress. WOW, bagaimana bisa mereka memperkirakan begitu? Ini masuk akal, sebagaimana fakta bahwa masyarakat menjadikan ajang 'pesta kekuasaan' ini sebagai ajang bisnis. Mereka mengeluarkan modal untuk kampanye, jika terpilih maka ia akan mendapatkan hasil dari kursi kekuasaannya, padahal semua itu adalah uang rakyat. Astaghfirullah, inilah mengapa saya bilang demokrasi bersifat materialistis, kapitalis. Ini semua jauh dari image politik menurut Islam, sebagai ajang untuk mengatur kemaslahatan umat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Niatan awal mencari keuntungan di kancah politik yang sangat berkaitan dengan rakyat seperti ini sangat tak pantas bagi setiap orang. Istilahnya kata anak-anak... 'Busuk'. Apa ini yang disebut politisi busuk yang siap korupsi? Oke, kembali ke awal, niatan awal politik seharusnya memang haruslah berjuang untuk mengatur kemaslahatan umat/rakyat, dan terlebih menegakkan hukum yang berasal dari Allah. Kenyataan ini sirna karena politik sekarang adalah istilah kapitalisme materialistis, yaitu berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Apa sepenuhnya begitu? Tidak. Sekali materialisme, unsur mencari keuntungan tidak akan hilang. Orang gak mau rugi setelah mengeluarkan modal, dan rakyat tetap ditindas untuk mengembalikan modal plus mengambil keuntungan. Bukankah ini cita-cita segolongan caleg yang ingin maju ke kursi dewan?&lt;br /&gt;Nyatanya, setelah mereka tak terpilih akhirnya mereka menyadari kesalahan ini, dan akhirnya stress karena banyak janji, banyak keluar uang, banyak tanggungan dan akhirnya entahlah... &lt;br /&gt;Bagi mereka pemilu 2009 ini adalah sebuah kenangan buruk, karena membuat mereka gagal. Terlebih gangguan jiwa akan menghinggapi karena secara batin mereka tak siap. Bahkan menurut berita yang ada, ada caleg yang gagal sampai mati dan ada yang bunuh diri. Naudzubillah... Gara-gara pemilu sampai membuang kehidupan dunia dan akhirat. ~Ya gak ngunu rek~ Bunuh diri berarti ia tak akan diterima oleh Allah, tak akan disholati jenazahnya, bahkan ia akan dicemplungkan ke neraka, sungguh kerugian yang teramat sangat. Maka dari itu benar kalau para dokter dan psikiater memprediksikan 50 persen caleg akan stress, mengingat mereka juga tahu caleg tak siap kalah, juga mereka tahu kalau caleg memandang pemilu sebagai bisnis, padahal bukan. Kesalahan adalah caleg melihat pemilu sebagai lahan bisnis yang perlu modal kampanye dan akan menuai hasilnya setelah terpilih. Padahal secara masuk akal, rakyatlah yang memilih dan caleg tak bisa memaksa hati pemilih.&lt;br /&gt;Tapi satu hal yang saya sesalkan, mengapa pemilu seakan menyayat luka sedemikian dalam di negeri ini, atau apakah ini ulah demokrasi itu sendiri. Seakan saya menyesalkan kenapa negeri ini diombang-ambingkan demokrasi yang membingungkan, penuh intrik keduniaan, menjauhkan dari dari syariat Islam, menjegal lawan hingga muncul kenistaan. Saya lebih suka anjuran para golongan Salaf kalau kita jangan masuk ke dunia parlemen jika niatnya untuk mengurusi umat atau masyarakat secara murni.&lt;br /&gt;Wallahua'lam Bisshowwab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-4872565656852384050?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/4872565656852384050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=4872565656852384050' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/4872565656852384050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/4872565656852384050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/05/pemilu-legislatif-2009-kenangan-buruk.html' title='Pemilu Legislatif 2009, Kenangan Buruk...'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-2131967583685324109</id><published>2009-04-09T08:54:00.002+07:00</published><updated>2009-04-09T09:14:32.347+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Experience'/><title type='text'>Budaya Karet Indonesia?</title><content type='html'>Semua pada tahu, kalau jam karet itu budayanya orang Indonesia. Mau berangkat, mandi dulu 5 menit, makan dulu 5 menit, siap-siap dulu 5 menit, santai aja~, berangkat macet 10 menit, kesasar 5 menit, parkir dan jalan ke tujuan 5 menit, tegur sapa teman 10 menit, dan seterusnya lah. Itu sedikit contoh saja. Indonesia yang suka molor-molor ini memang menjadi kebiasaan kita. Saya juga sebenarnya merasakan kebiasaan ini, berkat contoh kemalasan dari orang lain juga.&lt;br /&gt;Terus, kalau kita begini terus, ya nggak maju-maju dong Indonesia. Sebagian orang sih menyiasatinya dengan bergerak lebih awal, paling tidak 30 menit sebelum harus sampai di tujuan. Tapi, nyatanya usaha ini juga masih sulit dilakukan masyarakat Indonesia. "Hoi orang Indonesia! Setan apa sih yang nggandoli kalian sampai mengulur waktu bagai karet?" &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Solusi memang selalu harus kita pikirkan dan kita konsepkan. Namun jika ide solusi itu telah ditemukan, harus dibarengi niat sungguh-sungguh untuk menjalaninya. Sulitnya orang Indonesia juga di sini nih, kalau mau melaksanakan konsep yang telah ada sulitnya minta ampun. Benar-benar Indonesia digandoli setan kemalasan, atau orang Indonesia sendiri yang dasarnya itu malas... Naudzubillah.&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, kita semua sebenarnya sudah tahu kalau malas itu jelek alias nggak baik. Melihat orang malas-malasan pun nggak mengenakkan. Oleh karena itu, sebisa mungkin dari sekarang kita harus memberantas kemalasan, dan memadatkan jam orang Indonesia. Hilangkan image jam karet Indonesia dari mata Internasional. Pembenahan seperti ini sangat diperlukan bangsa Indonesia kepada generasi pemuda seperti kita, agar kelak Indonesia tak seburuk sekarang.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-2131967583685324109?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/2131967583685324109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=2131967583685324109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/2131967583685324109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/2131967583685324109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/04/budaya-karet-indonesia.html' title='Budaya Karet Indonesia?'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-6496968242036845432</id><published>2009-04-01T07:39:00.003+07:00</published><updated>2009-04-01T07:47:13.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amazing is Science'/><title type='text'>Energi di Bumi Terus Bertambah?</title><content type='html'>Coba kita logikakan, apakah jumlah energi keseluruhan yang ada di bumi -bila kita andaikan dengan hukum kekekalan energi- selalu sama? Tidak merupakan penyimpulan saya sementara ini. Mengapa? Apakah kita lupa bahwa ada matahari yang selalu menyinari kita setiap hari. Matahari memiliki energi panas dan energi cahaya, yang selalu ditransfer setiap saat kepada sekitarnya, dan kepada -kebetulan kita ada di- bumi. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Energi yang berasal dari matahari yang dapat kita amati secara langsung berupa cahaya dan panas. Cahaya merupakan energi yang didefinisikan para ahli berasal dari percikan elektron. Cahaya adalah sebuah ciptaan Allah yang sangat menakjubkan. Coba kita bandingkan antara cahaya dan kegelapan. Keduanya memang berlawanan, akan tetapi kondisi dimensi antara keduanya berbeda. Cahaya merupakan sebuah materi yang menyebabkan suatu keterangan. Sedangkan kegelapan adalah suatu kondisi, bukan sebuah materi. Kegelapan adalah kondisi hampanya cahaya dan tak memiliki daya seperti cahaya. Cahaya acap kali diperumpamakan sebagai penerangan pikiran atas suatu kebenaran atau hidayah dari Allah. Dalam ayat Al-Qur'an berikut dijelaskan pula cahaya sebagai pemberian Allah:&lt;br /&gt;"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (TQS. An Nuur : 35)&lt;br /&gt;Energi panas yang berasal dari matahari ditangkap juga oleh bumi, dan menyediakan temperatur yang sesuai bagi kehidupan segala makhluk hidup yang ada di bumi.&lt;br /&gt;Hebatnya, temperatur yang terus-menerus diterima bumi dari matahari selalu stabil dan terjaga dalam kisaran yang dapat diterima manusia atau makhluk lainnya. Memang benar panas matahari selalu diterima dan menambah suhu di bumi, akan tetapi Allah telah memberikan pengatur suhu yang selalu diterima itu dengan malam. Sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;"dan Kami jadikan malam sebagai pakaian" (TQS. An Naba' : 10)&lt;br /&gt;Malam adalah kondisi di mana bumi tidak mendapatkan cahaya matahari dan tidak pula mendapatkan panas matahari. Logikanya, malam tidak memberi suhu dingin, akan tetapi malam memberikan kondisi suhu asli bumi bila tidak ada panas dari matahari yang diterima. Jadi, malam otomatis menetralisir panas yang diterima dari matahari. Sejalan dengan pembahasan artikel sebelumnya, malam juga membiarkan bumi/tanah menyerap panas dan menetralkannya. Di sisi lain, jika malam tidak diimbangi dengan panas yang diterima dari matahari, maka kondisi bumi ini pasti akan sangat dingin. Oleh karena itu, malam tanpa siang atau siang tanpa malam adalah mustahil untuk menyeimbangkan suhu. Logikanya, jika ada pengurangan terus menerus, untuk menjaga nilai agar stabil juga diperlukan penambahan terus menerus, begitupun sebaliknya.&lt;br /&gt;Selain dari penjelasan di atas, ingat pula perilaku tumbuhan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber dalam fotosintesis. Artinya, tumbuhan juga menangkap energi dari matahari dalam fotosintesisnya, dan menghasilkan bahan energi lainnya untuk dirinya dan untuk cadangan makanan. Logikanya, energi matahari yang telah terpakai ini tidak hilang, namun diolah tumbuhan menjadi bahan energi lain. Jadi, logika lanjutannya adalah energi yang diterima dari matahari membuktikan bahwa jumlah energi total yang ada di bumi ini selalu bertambah. Jika sejauh ini masih bisa diterima, maka permasalahan selanjutnya adalah, jika semakin hari jumlah yang ada di bumi ini semakin bertambah, maka akankah suatu saat nanti terjadi suatu kondisi over atau kelebihan?&lt;br /&gt;Wallahua'lam bisshowwab. Wabillahi taufiq wal hidayah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-6496968242036845432?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/6496968242036845432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=6496968242036845432' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/6496968242036845432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/6496968242036845432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/04/energi-di-bumi-terus-bertambah.html' title='Energi di Bumi Terus Bertambah?'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-3138678935964532864</id><published>2009-03-31T14:44:00.001+07:00</published><updated>2009-04-01T10:25:25.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amazing is Science'/><title type='text'>Energi itu Kekal, Benarkah?</title><content type='html'>"Energi itu kekal, di mana setiap energi tidak bisa hilang, akan tetapi berubah menjadi bentuk energi lain", kurang lebih begitulah bunyi hukum kekekalan energi. Apakah Anda percaya begitu saja akan hukum ini? Nyatanya kalau kita amati, hukum ini tak selalu bisa digunakan. Mengapa? Energi yang terus-terusan berubah bentuk menjadi energi lain tidak sejalan dengan logika fakta yang ada di dunia. Terlalu sulit untuk mengatakan perubahan energi. Misalnya benturan oleh suatu gaya, maka energi akan berubah menjadi energi suara dan sebagainya. Lalu, saya juga bingung dengan energi suara nantinya jadi apa? Suara akan menghilang pada jarak radius tertentu, apalagi ada benda-benda peredam suara. Kalau memang energi suara diredam suatu benda dan kemudian berubah menjadi energi potensial dalam benda tersebut, maka nilai energi potensial juga berubah dong? Padahal unsur energi potensial adalah massa, ketinggian dan gravitasi (EP=mgh) tak menyatakan benda peredam suara mengubah suara menjadi energi potensial.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan benturan yang terarah kepada bumi. Apakah bumi ikut berguncang karenanya? Bumi tidak terpengaruh oleh gaya-gaya atau energi yang mengarah kepadanya. Petirpun tidak membuat bumi tersetrum, bahkan ia pun menyerapnya. Pertanyaannya, ke manakah energi yang pernah dikerjakan pada bumi? Energi sama halnya dengan usaha, perkalian gaya dan perpindahan. Bila bumi tak bergeming dari posisinya saat ada benturan ataupun petir yang menyambar, maka usaha atau energi yang dikerjakan kepada bumi adalah nol. Dalam hal ini saya bisa menyimpulkan bahwa memang massa bumi dan dimensinya sangatlah besar. Kita yang kecil tak akan mampu melakukan usaha kepada bumi secara keseluruhan. Bila Anda mengamati, panas matahari juga akan diserap bumi. Intinya, bumi adalah penyerap energi keseluruhan di dunia, yang hitungannya amatlah jauh kecil dibandingkan dengan usaha atau energi yang dibutuhkan untuk menggemingkan bumi dari kedudukannya. Lantas ke mana usaha atau energi yang terserap bumi selama ini?&lt;br /&gt;Itulah mengapa saya mengatakan hukum kekekalan energi terlalu sulit untuk dikatakan atau dibuktikan secara riil. Penerapannya pun biasanya sebatas pada bagian yang menyangkut mekanika atau pergerakan yang memang berhubungan secara langsung. Kalau menimbang hal ini, tampaknya berlebihan kalau mengatakan energi itu kekal. Sejauh saya mengamati, akan lebih tepat jika dikatakan bahwa energi atau usaha itu tidak akan hilang degan begitu saja.&lt;br /&gt;Adapun yang lebih logis, yang kekal itu hanyalah Allah, Maha Pencipta atas diri kita semua dan alam semesta, sebagaimana firman-Nya yang benar dan tak diragukan:&lt;br /&gt;"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya" (TQS. Ali Imran : 3)&lt;br /&gt;Sejauh ini, tulisan ini masihlah sebuah teori pengalaman dan logika dari saya. Selebihnya, Wallahuwa'lam Bisshowwab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-3138678935964532864?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/3138678935964532864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=3138678935964532864' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/3138678935964532864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/3138678935964532864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/03/energi-itu-kekal-benarkah.html' title='Energi itu Kekal, Benarkah?'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-5955742630012168462</id><published>2009-03-31T14:41:00.002+07:00</published><updated>2009-04-01T10:29:00.921+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Experience'/><title type='text'>Jujitsu is My Way</title><content type='html'>Pukulan, tendangan, tangkisan, jatuhan, dan bantingan serta teknik. Itu yang saya pelajari dalam Jujitsu. Semua aspek dan bagian tubuh digunakan dalam Jujitsu. Tak ada unsur yang dominan dalam salah satu gerakan saja, misal hanya tendangan atau pukulan saja. Inilah yang membuat saya tambah jatuh cinta dengan Jujitsu. Tak ada gerakan yang dominan berarti adalah sebuah pilihan, yaitu pilihan penggunaan gerakan dalam menghadapi musuh. Contoh bila melawan musuh dengan pukulan dan tendangan saja, maka kita lawan dengan bantingan. Bila melawan musuh dengan bantingan, maka kita lawan dengan pukulan dan tendangan. Dan selebihnya terserah pengguna.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, teknik gerakan dalam Jujitsu juga memberikan pilihan mode kita bertarung sesuai postur tubuh kita. Kita bisa main speed(Agility) untuk yang agak kurusan atau power(Strength) untuk yang agak gemukan. Tapi semuanya kembali kepada pengguna sendiri. Jujitsu intinya tidak membuat penggunanya semakin kuat, akan tetapi setiap pengguna itu dituntut untuk menemukan kekuatan yang ada pada diri sendiri dengan jalan berlatih Jujitsu. Mengapa? Pada dasarnya setiap orang itu kuat, maksudnya memiliki kekuatan sendiri-sendiri yang berbeda dengan kekuatan orang lain. Dengan latihan Jujitsu yang menyeluruh setiap anggota badan, maka kemungkinan besar untuk menggunakan kekuatan yang ada pada diri kita juga semakin besar. Selain itu bantingan Jujitsu yang menerapkan konsep Aiki atau Aikido juga memegang prinsip menggunakan kekuatan lawan, mengalirkannya, dan pada akhirnya lawan sendiri yang kena.&lt;br /&gt;Bantingan, memang lebih tampak pada Jujitsu, karena ini memang inti teknik yang harus dikuasai dalam Jujitsu. Prinsipnya adalah menjatuhkan lawan dan memberikan efek down pada fisik maupun mental, sehingga membuat lawan menjadi jera secara alamiah. Logikanya, jika kita bertarung dan melukai lawan, maka besok ia akan memanggil temannya untuk mengeroyok kita. Sedangkan jika kita membunuh lawan, malah banyak pihak yang menuntut ataupun balas dendam. Tetapi jika kita dalam bertarung memberikan efek down secara fisik maupun mental kepada lawan, maka akan timbul kejeraan secara alamiah yang menyatakan bahwa lawan tak bisa mengalahkan kita. Secara tubuh yang jatuh ke tanah lebih membuat mental down, juga fisik yang down. Sebisa mungkin juga tidak melukai musuh secara fatal. Hal inilah yang bisa dikatakan sebagai sisi feminim Jujitsu ataupun bela diri lainnya, sebisa mungkin jangan menyakiti lawan atau bahkan sampai membunuhnya. Bagaimanapun juga, lawan juga merasakan sakit yang seperti kita rasakan. Maka dari itu seyogyanya tidak melukai lawan sampai kritis. Ingat, inti seni bela diri atau martial arts adalah art of peace, seni pembawa kedamaian, karena kita menggunakan ilmu bela diri itu adalah untuk membawa kedamaian.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-5955742630012168462?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/5955742630012168462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=5955742630012168462' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/5955742630012168462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/5955742630012168462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/03/jujitsu-is-my-way_31.html' title='Jujitsu is My Way'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-360771215780858861</id><published>2009-03-31T14:38:00.002+07:00</published><updated>2009-04-01T11:02:56.952+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Experience'/><title type='text'>Babak Awal JuJitsu</title><content type='html'>Don't complaining, but do something... Kalimat yang diutarakan pelatih Jujitsu saya pada latihan kemarin. Apakah maksudnya? Kita sesungguhnya tak perlu menyesali apa yang ada pada diri kita, tak perlu menyesali keadaan pada diri kita. Kenapa demikian? Bila kita terus-terusan komplain atau istilahnya mengeluh terhadap diri kita sendiri, maka usaha kita untuk lebih maju juga terhambat.&lt;br /&gt;But do something. Lakukanlah sesuatu. Hakikat manusia yang hidup di dunia, kegiatan sehari-hari kita seperti bermain, berolahraga atau jalan-jalan adalah usaha untuk mengisi waktu luang. Coba kita rasakan saat kita tidak ada kegiatan sama sekali. Rasa untuk ingin melakukan suatu kegiatan selalu muncul, seperti halnya bermain atau berolahraga. Maka dari itu, waktu luang yang ada ini lebih baik kita gunakan untuk melakukan suatu aktivitas yang berharga, bukannya malah terus-terusan mengeluh mengenai kekurangan ataupun kesalahan pada diri kita.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya cuplikan penjelasan di atas adalah gambaran suatu latihan sedang yang saya tempuh dalam mempelajari Jujitsu. Itu adalah nasehat pelatih saya, Mas Habib. Selain itu, prinsip terpenting dalam latihan yang telah saya jalani adalah, 'hari ini aku dapat melakukan yang lebih baik dari aku yang kemarin, hari ini aku lebih bisa daripada aku yang kemarin, dan hari ini aku lebih kuat dari aku yang kemarin'. Tak berlebihan jika prinsip belajar yang utama adalah seperti itu. Bila sekarang belum bisa, maka berusahalah untuk bisa nanti. Tak perlu tergesa-gesa, anggap saja kita masih hidup 1000 tahun lagi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-360771215780858861?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/360771215780858861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=360771215780858861' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/360771215780858861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/360771215780858861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/03/babak-awal-jujitsu_31.html' title='Babak Awal JuJitsu'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-8344460483265479593</id><published>2009-03-15T12:10:00.003+07:00</published><updated>2009-04-01T11:06:28.105+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Teknologi'/><title type='text'>Internet Pionir Globalisasi</title><content type='html'>Secara dampak, globalisasi mulai terasa ketika kita mulai memasuki milenium ke-3, atau mulai tahun 2000-an. Bisa dibilang, milenium ke-3 adalah awal mula zaman globalisasi. Munculnya internet memang sudah lama, namun di seluruh dunia sendiri mulai ramai internet saat kita masuk tahun 2000-an. Tak luput dengan menjamurnya internet, warnet, sampai hotspot, memudahkan terbentuknya jembatan maya seluruh dunia. Inilah faktor utama globalisasi menurut saya. Dengan Internet, batas komunikasi menjadi semakin sempit, dan seluruh tempat di dunia semakin terhubung. Ingat bukan arti globalisasi, yaitu batasan dunia semakin hilang dan interaksi menjadi semakin mendunia, serta tak ada lagi yang namanya sekat-sekat yang membatasi kita dari dunia. Mirip dengan kerja internet yang menghubungkan setiap individu user dari berbagai piranti melalui suatu jaringan seluruh dunia, sehingga komunikasi dapat dilakukan setiap saat setiap kesempatan dan setiap tempat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan juga dengan semakin dekatnya masyarakat dunia dengan internet, yang otomatis membuat aliran informasi dan komunikasi semakin cepat, dan arus globalisasi semakin cepat. Mau tak mau jika tidak ingin ketinggalan dalam aliran yang deras ini, kita juga harus online dan up to date untuk mengikuti derasnya laju informasi dan komunikasi.&lt;br /&gt;Akhir kata, Globalisasi dan teknologi yang mendukungnya memang tidak bisa dipisahkan. Selama kita mampu, kita jangan sampai ketinggalan dan jangan sampai kelewatan. Namun yang tak kalah penting juga jangan sampai kelewatan ataupun kebablasan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-8344460483265479593?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/8344460483265479593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=8344460483265479593' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/8344460483265479593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/8344460483265479593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/03/internet-pionir-globalisasi_15.html' title='Internet Pionir Globalisasi'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-1535615931585108401</id><published>2009-03-15T11:25:00.003+07:00</published><updated>2009-04-01T11:09:29.198+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Teknologi'/><title type='text'>Ada Apa antara Internet, Moralitas, dan Budaya?</title><content type='html'>Apakah ada yang mengatakan internet itu bak pedang bermata dua? Kalau menurut saya jelas ya! Sadarnya, internet itu sumber ilmu, sumber rejeki, namun juga banyak sebagai sumber malapetaka seperti virus, malware, atau yang lainnya yang 'berbahaya'. Ho! Apakah itu yang berbahaya? Jangan sampai kita kena bahaya! Oh bukan itu maksudnya.....&lt;br /&gt;Internet memang memiliki banyak fungsi dan banyak manfaat, tetapi juga bukan berarti internet bersih dari sesuatu yang merusak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawan... Tentunya sudah banyak yang pada tahu kalau banyak sekali situs-situs yang 'nggak genah' alias parno... Atau, sampeyan semua tahu gudangnya virus dan hacking community... Atau satu lagi nih, carding alias pencuri uang kartu kredit. Nah, semua yang di atas adalah beberapa sisi gelap internet, alias underground-nya Internet. Whew, paling tidak kita semua harus menghindari tempat-tempat berbahaya seperti itu. Kenapa? Berikut alasannya.&lt;br /&gt;Indonesia adalah sebuah negara yang sopan santun dan kaya, kaya akan budaya, kaya SDA, dan kaya akan pemandangan alam. Mari kita perhatikan poin yang akan kita lihat, nilai sopan santun atau moralitas dan budaya. Hal ini sangat berkaitan erat dengan globalisasi dan tentunya Internet yang merupakan piranti pembawa globalisasi. Mengapa, karena secara tak langsung Internet sebagai media globalisasi membawa pengaruh yang besar bagi generasi muda kita dalam masalah budaya. Banyak budaya asing yang masuk ke Indonesia dan merasuki jiwa pemuda Indonesia, dan juga otomatis menggusur budaya asli Indonesia yang makin terlupakan. Bahaya tuh! Kalau dibiarkan, lama-lama budaya akan sirna!&lt;br /&gt;Begitu pula dengan website-website dengan tayangan yang merusak moral/akhlak. Sepertinya kita semua lupa bahwa Indonesia beda dengan negara-negara barat yang liberalis, Indonesia merupakan bangsa dengan budaya asli timur yang sopan santun dan beradab. Ini sangat bertentangan dengan budaya maupun moral bangsa barat. Coba kita tengok dahulu, sikap malu masih sangat melekat pada lubuk dan hati sanubari masyarakat. Namun coba apa yang kita lihat sekarang? Banyak pemuda yang pacaran melewati batas sampai ke tempat yang sepi, maupun pakaian para wanita yang 'seadanya'. Beda jauh dengan Indonesia tempo dulu, dengan Indonesia 'the real Nusantara'. Apakah semua generasi yang masih hidup di Indonesia tidak malu?&lt;br /&gt;Bukannya menyalahkan globalisasi maupun internet sendiri, namun kita seharusnya menyesali penggunaannya. Menyesai tidak sebatas dalam hati, namun camkan dalam lubuk hati dan mulai kepada aplikasi. Mari kita benahi penggunaan internet kepada jalan yang semestinya. Serta jangan lupakan tugas kita untuk menjaga warisan budaya dan akhlak sopan santun nenek moyang kita. Tak perlu ada kata yang sesuai untuk ini, kecuali mari kita muhasabah, perbaiki diri dan mulai bergerak memajukan bangsa!&lt;br /&gt;Saya pun jadi ingat kata guru TI saya, teknologi itu sebenarnya adalah piranti untuk memudahkan pekerjaan manusia. Kalau dalam teknologi itu ada sesuatu yang merusak, misalnya saja virus, berarti pembuat virus tidak membuat teknologi semakin bermanfaat, melainkan teknologi yang menyerang manusia itu sendiri. Maka, pesan moral akhir, pergunakan teknologi secara semestinya, agar nilai manfaat teknologi itu tidak hilang maupun berbalik menyerang kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-1535615931585108401?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/1535615931585108401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=1535615931585108401' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/1535615931585108401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/1535615931585108401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/03/ada-apa-antara-internet-moralitas-dan.html' title='Ada Apa antara Internet, Moralitas, dan Budaya?'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-8505450249914272008</id><published>2009-03-15T10:00:00.002+07:00</published><updated>2009-04-01T11:11:15.642+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Teknologi'/><title type='text'>Teknologi Internet : Perkembangan Web 2.0</title><content type='html'>Sama halnya dengan perkembangan telepon yang akhirnya menjadi handphone, kini dalam dunia internet, web juga mengalami perkembangan menuju web versi 2. Apakah itu? Sebenarnya dalam aplikasi sehari-hari kita sudah sangat dekat dengan web 2.0 ini. Namun kita hanya jarang menemukan penggunaan istilah web 2.0 ini.&lt;br /&gt;Sebenarnya pengistilahan web 2.0 ini juga belum lama, dan muncul untuk menandai sejauh mana perkembangan web yang beredar di dunia internet ini. Istilah web 1.0 yang lama, ditujukan kepada web statis yang ditulis dalam format html/xml saja. Sedang web 2.0 ditujukan kepada web yang telah mengacu kepada proses dinamis. Penulisan kodenya pun sudah bermacam-macam, contohnya php, asp, javascript dan sebagainya. Namun dari bermacam-macam pengkodean tersebut, bahasa html yang merupakan penurunan bahasa C++ masih tetap dipakai sebagai acuan. Maksudnya, meskipun dunia pemrograman web dan bahasanya sudah berkembang ke arah dinamisasi,&lt;br /&gt;tetapi tetap tidak melupakan induk dari web sendiri, yaitu html.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sesuai pepatah 'kacang ora ninggal lanjarane', kacang tidak lupa akan kulitnya.&lt;br /&gt;Nah, istilah web 2.0 sudah kita ketahui bersama secara sekilas. Paling tidak kita sudah dapat menyimpulkannya kan? Sebenarnya sehari-hari kita sudah berinteraksi dengan web versi 2.0 ini. Yang biasanya kita main Friendster, Facebook, forum, sampai blogging pula. Sebenarnya web dinamis ini memang tujuan awalnya adalah membuat interaksi antara web, admin dan pengunjungnya sendiri, sehingga website memiliki fungsi sosial yang baik antar pengguna internet. Dengan demikian timbul suatu batas yang kontras antara web 1.0 dan web 2.0, yaitu fungsinya. Jika web 1.0 hanya sekedar sebagai web statis yang hanya bisa dibaca atau dilihat, maka web 2.0 kita selain membaca juga bisa mengkomentari tulisan atau membuat umpan balik, juga berinteraksi dengan pembaca lain.&lt;br /&gt;Bila dibandingkan secara seksama, web 2.0 ini jelas membuat perkembangan dunia internet dan komunikasi semakin maju, sehigga penggunaan internet menjadi semakin luas, banyak bidang dan multifungsi. Inilah yang membuat kita semakin tertarik untuk menjelajah internet. Selain kita menambah ilmu, juga menambah teman, komunikasi dan sharing antar pengguna internet. Semakin tak ada alasan untuk tidak online?&lt;br /&gt;Oh ya, tak lupa... Nampaknya pengembangan ke arah web 3.0 juga sudah dipersiapkan. Ini berdasar majalah komputer yang pernah saya baca (PCMedia), tapi saya lupa edisi berapa. Sejauh ini, bayangan tentang web 3.0 menurut saya lebih persis dengan web dengan tampilan game online, namun gerak-geriknya persis dengan kehidupan nyata, ala game The Sims. Nah, web 2.0 telah kita jumpai, maka seyogyanya kita manfaatkan dengan baik, sembari menunggu hadirnya web 3.0 atau yang lain.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-8505450249914272008?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/8505450249914272008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=8505450249914272008' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/8505450249914272008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/8505450249914272008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/03/teknologi-internet-perkembangan-web-20.html' title='Teknologi Internet : Perkembangan Web 2.0'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-5996424881612602499</id><published>2009-03-15T06:35:00.001+07:00</published><updated>2009-04-01T11:15:24.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Teknologi'/><title type='text'>Semarak Hotspot, Gerbang bagi Netters</title><content type='html'>Semakin waktu berlalu, arus dunia dalam globalisasi semakin deras. Bagaimana tidak, kemajuan teknologi semakin canggih serta aliran informasi juga semakin cepat. Salah satu fenomena yang paling mendorong kemajuan teknologi informasi adalah menjamurnya hotspot di berbagai tempat umum. Bagaimanapun, masyarakat zaman sekarang memang sangat membutuhkan koneksi internet bagi kelangsungan usaha, tempat rujukan dan referensi atau sebagai ajang sosial.&lt;br /&gt;Tak dipungkiri lagi, semenjak maraknya masyarakat yang beralih ke laptop maka perkembangan munculnya hotspot juga semakin meningkat. Hal ini membuktikan bahwa internet semakin dibutuhkan masyarakat. Secara pasti pula, hotspot menjamin kelangsungan akses internet yang semakin terjangkau masyarakat. Dengan kata lain, hotspot ini menjadi gerbang bagi netters yang dulunya memiliki keterbatasan akses internet, menjadi semakin online dan komunitasnya semakin ramai.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yup, menjamurnya hotspot ini juga semakin merambah ke tempat umum seperti sekolah, kampus, instansi, kedai atau warung makan, mall, dan sebagainya. Masyarakat yang dulunya jauh internet semakin dekat dengan jembatan maya yang menghubungkan dunia itu. Masyarakat menjadi lebih melek teknologi informasi dengan hadirnya internet, lebih-lebih dengan munculnya hotspot di sekitar kita. Saya pun pernah membaca sebuah kaidah, semakin tak ada alasan untuk tidak online. Semakin jaman maju, juga ketergantungan terhadap internet memang semakin tak bisa dipungkiri. Masyarakat butuh bersosialisasi dengan yang lainnya dan juga butuh fasilitas untuk sosialisasi itu. Tak lain dan tak bukan masyarakat perlu internet, dan hotspot menyediakan gerbangnya.&lt;br /&gt;Disadari atau diacuhkan, ini adalah kesempatan emas bagi kita. Bukannya ingin promosi, tapi fasilitas hotspot ini adalah solusi akses internet gratis atau bisa dibilang murah bagi kita semua. Hal ini sangat bermanfaat sekali bagi para pelajar ataupun mahasiswa yang memang biasanya akses internet terbatas atau uang tidak memadai untuk ke warnet.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-5996424881612602499?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/5996424881612602499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=5996424881612602499' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/5996424881612602499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/5996424881612602499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/03/semarak-hotspot-gerbang-bagi-netters.html' title='Semarak Hotspot, Gerbang bagi Netters'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-4648416642318903733</id><published>2009-01-25T06:13:00.000+07:00</published><updated>2009-01-25T06:14:37.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amazing is Science'/><title type='text'>Ternyata Waktu itu Relatif...</title><content type='html'>Waktu itu relatif? Ah yang benar?! Mungkin gak sih kalau waktu yang bahkan udah ada ukuran SI-nya (baca: Standar internasional), bisa dibilang relatif. "Why do you say it?" tanya orang-orang berbahasa Inggris itu... Ya, akan saya uraikan secara sederhana bin singkat, semampu saya tidak membelitkan pemahaman.&lt;br /&gt;Begini ceritanya, ada orang yang sibuk sekali dengan pekerjaan yang ditekuninya dan juga ada orang yang sedang berleha-leha di teras rumahnya sambil nongkrong mengamati jalan. Kalau tentunya Anda jeli mengamati atau secara langsung merasakannya(dari kedua contoh tersebut), tentu Anda dapat membandingkan bagaimana Anda melewati waktu yang bergulir setiap saat, setiap detik. Antara yang sibuk dengan yang senggang, pasti berbeda. Bagi orang yang sibuk, akan merasa kenapa waktu berlalu begitu cepat, hingga pekerjaannya masih belum selesai sampai ia harus lembur segala. Akan tetapi beda bagi orang yang senggang, ia merasa bosan mengapa waktu berlalu begitu lama. Dari contoh tersebut muncul suatu sisi relativitas waktu karena beda aktivitas untuk melewati waktu.&lt;br /&gt;Kemudian ada satu cerita lagi yang ingin saya sampaikan, ada seseorang yang merasa satu tahun yang telah ia lewati terasa begitu cepat, sedangkan ada orang lain lagi yang mengatakan bahwa ia telah melewati satu tahun yang sangat panjang dengan susah payah. Ada alasan masing-masing pada dua orang tersebut. Orang yang pertama yang bilang satu tahun itu cepat, melewati satu tahunnya dengan sedikit variasi kegiatan, dan rutinitas sehari-harinya yang ia jalani hampir selalu sama, mandi, berangkat kuliah, makan, minum, tidur, dll. Beda dengan orang yang kedua, yang selain kuliah juga aktif dalam organisasi, ia harus banyak menangani kegiatan yang setiap selesai satu muncul lagi yang baru, ia aktif dalam posisi ketua, koordinator, ataupun penanggung jawab. Dari contoh kedua tersebut muncul kembali sisi relativitas waktu karena beda volume dan variasi aktivitas dalam jangka waktu tertentu.&lt;br /&gt;Dari kedua contoh di atas, nampak relativitas waktu muncul ketika ada permasalahan dengan cara kita menyikapi waktu yang ada. Jadi memang benar waktu satu detik di manapun kita berada itu sama, tetapi bagaimana kita menyikapi waktu satu detik itu berbeda. Intinya adalah pemanfaatan waktu itu sendiri.&lt;br /&gt;Ingat hadits berikut ini, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bersilaturrahmi, baik budi pekerti dan bertetangga yang baik, akan meramaikan kampung dan dapat menambah umur."&lt;/span&gt; (HR. Ahmad dan Baihiqi dari Aisyah)&lt;br /&gt;Dalam hadits ini dikatakan bahwa 'dapat menambah umur', artinya bukan menambah panjang umur kita yang sebenarnya telah ditentukan oleh Allah SWT, akan tetapi sebenarnya menambah umur di sini berkaitan dengan relativitas waktu yang telah kita bahas sebelumnya. Jadi dalam Islam sebenarnya sudah ada pengaplikasian dari relativitas waktu itu sendiri, yaitu dengan banyak bersilaturrahmi dan sebagainya. Dengan banyak silaturrahmi, kita dapat memanfaatkan waktu kita untuk bersosialisasi dengan orang lain yang setiap saat pasti berbeda-beda keadaannya, berbeda suasananya, dan berbeda tempatnya. Semakin kita sering silaturrahmi, maka kita akan merasa mengerjakan hal yang sia-sia dalam melewati suatu tolok ukur waktu, dan juga dapat membuat perasaan kita dalam melampau waktu itu, kita telah mengerjakan hal yang banyak sekali, sehingga hal ini membangun prespektif kita terhadap waktu, bahwa waktu kita amatlah panjang, dan kita tak menyia-nyiakannya. Inilah inti antara relativitas waktu dan pemanfaatan waktu itu. Benar kata pepatah, waktu itu emas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-4648416642318903733?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/4648416642318903733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=4648416642318903733' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/4648416642318903733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/4648416642318903733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/01/ternyata-waktu-itu-relatif.html' title='Ternyata Waktu itu Relatif...'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-4105901268290172472</id><published>2009-01-25T06:12:00.000+07:00</published><updated>2009-01-25T06:13:24.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wonderful Phenomenon'/><title type='text'>Apa Benar Dunia Menunjukkan Tanda?</title><content type='html'>Sebenarnya kita melewati waktu jangan sampai tidak mengambil hikmah dalam setiap peristiwa. Setelah saya menyadari hal ini, maka saya camkan baik-baik dalam diri saya. Tidak ada yang sia-sia di dunia ini, setiap keping mozaik peristiwa akan membangun masa depan. Masa depan yang bagaimana? Itu masih ada di balik tabir ilmu Allah yang ghaib.&lt;br /&gt;Sekarang mari kita amati bersama mengenai peristiwa dunia yang terkini. Masalahnya saya menemukan dari banyak referensi Islam yang Insya Allah dapat dipercaya, itu merupakan bagian awal dari rentetan peristiwa akhir zaman. Pertama yang saya singgung di sini adalah masalah mulai runtuhnya kapitalisme dunia barat yang muncul dari sisi liberalisme pemikiran dunia barat. Runtuhnya kapitalisme ini terutama sangat terasa bagi kalangan ekonom, maupun para pengamat ekonomi. Dari banyak artikel di koran, dan kebetulan yang pernah saya baca Jawa Pos, para ekonom menuturkan sisi jelek dari kapitalisme yang tak hanya menyebabkan krisis di dunia, tetapi juga merenggut harta bangsa Indonesia sendiri. Istilahnya, bangsa Indonesia yang menganut paham kapitalisme tidak malah mewujudkan cita-citanya, tetapi menjauhkan cita-citanya. Kenapa? Karena kapitalisme sendiri intinya tidak malah menyingkirkan kemiskinan, tetapi menyingkirkan orang miskin. Jelas? Faktanya, gara-gara kapitalisme ini, wilayah penghasilan utama Indonesia (tambang) sudah dikuasai pihak asing. Misal : Freeport(kebangeten banget nyerahin tambang emas ke negara lain, astaghfirullah), Exxon(Masya Allah, sudah emas dirampas, minyak juga diberikan), dll. Bagi saya yang gamer ini, terutama game strategi kaya' Stronghold atau Empire, nyerahin tambang itu sama aja memperkaya negara lain. Bodoh banget kalau ada player game yang nyerahin tambang di wilayahnya. Sejauh saya mempelajari agama Islam, saya tak pernah menemukan topik yang mendukung kapitalisme, apalagi liberalisme. Yang ada justru bertentangan semua dengan sistem tersebut. Dari ayah saya sendiri menegaskan bahwa dalam Islam itu tidak boleh ada penjualan atau kerjasama ekonomi yang menguntungkan sepihak, dan merugikan yang lain. Intinya harus sama-sama untung.&lt;br /&gt;Oke, masalah kedua adalah palestina (jalur Gaza) yang dibantai oleh Israel. Wah, kali ini ummat Islam, maupun agama lain bergejolak hatinya menemui ulah Israel yang terkenal sepanjang sejarah sebagai bani/bangsa pendurhaka, pembangkang, atau mungkin penghianat. Palestina yang lebih dari 50% wilayahnya telah diduduki Israel, masih ingin dicaploknya lagi. PBB juga terkesan apem (tak punya kekuasaan di dunia) menghadapi Israel. Setelah ini apa lagi yang mau diperbuatnya? Bagi saya ini mengingatkan kembali dengan cerita di komik Full Metal Alchemist, tentang perang penghapusan Ishval. Di cerita, singkatnya para militer menghabisi semua orang yang tinggal di Ishval, di mana mereka dikurung, tak boleh lari, dan harus mati semua. Lucunya hal itu diprovokasi oleh militernya sendiri (semi-fiktif), sehingga kesan militer mencari lahan untuk banyak penelitian (kedokteran maupun alchemy) dengan bahan manusia hidup, dan orang Ishval itulah bahan utamanya. Apakah Israel seperti itu ya? Ngeri sekali jadinya, yang kukira ada di komik eh... beneran ada.&lt;br /&gt;Turunnya Bush, dan diganti Obama apa juga memunculkan secercah cahaya bagi dunia? Banyak media yang menyikapi pemerintahan Obama bakal menghancurkan dominasi AS di dunia, juga harapan terjalinnya hubungan baik negara Muslim dengan AS, karena anggapan keluarga dari ayah Obama mayoritas muslim. Tapi itu semua belum pasti. Entah apa yang akan terjadi di AS sana dengan Obama-nya. Mungkin juga bisa ke keadaan yang sama buruknya dengan Bush.&lt;br /&gt;Apa ini tanda besar kita menuju zaman akhir? Nyatanya kita memang di zaman mutakhir. Yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah dengan mempertebal iman dan takwa kita, agar jangan sampai kiamat itu cepat terjadi. Ingat-ingat saya juga masih SMA, belum nikah. Ah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-4105901268290172472?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/4105901268290172472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=4105901268290172472' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/4105901268290172472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/4105901268290172472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2009/01/apa-benar-dunia-menunjukkan-tanda.html' title='Apa Benar Dunia Menunjukkan Tanda?'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-1823532359136309828</id><published>2008-12-20T14:12:00.000+07:00</published><updated>2008-12-20T14:13:52.237+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Lamunan Senja</title><content type='html'>Whew.... ^_^&lt;br /&gt;Judul ini terinspirasi dari guyonan teman sekelas, yang mungkin bagus juga untuk dibuat judul posting.&lt;br /&gt;Saat senja tiba, mungkin pemandangan yang paling bagus adalah di tepi pantai. Akan sangat nikmat kalau kita nongkrong di tepi pantai, ditemani oleh segelas teh hangat dan rotiboy. Dengan suatu pose santai di tepi pantai, mengawali lamunan kita untuk memikirkan kelangsungan masa depan kita dan kaum muslimin semua di dunia.&lt;br /&gt;Ada suatu hal yang perlu kita pikirkan dalam benak kita, kenapa Indonesia dari dulu sampai sekarang nggak maju-maju.&lt;br /&gt;Wohoi! Ada suatu suara, karena keterbelakangan! Pendidikan di Indonesia itu seharusnya gak cuma dari sekolahan aja, tapi banyak media lain yang dapat dimanfaatkan untuk beljar. Selain itu, harus timbul kesadaran akan wajibnya belajar bagi seluruh muslimin/muslimah, sampai akhir hayatnya.&lt;br /&gt;Kemudian ada satu komentar lagi, Indonesia gak akan maju-maju kalau selalu heran akan suatu fenomena. Kalau kita keheranan oleh suatu fenomena (apalagi kalau fenomena itu cuma diada-adain), maka daya kreatifitas dan daya berfikir kita akan berkurang. Nah lho! Gimana dengan orang-orang Indonesia selama ini?&lt;br /&gt;Oke, kemudian tahu juga khan, kalau di Indonesia ini udah banyak yang ikut-ikutan menerapkan kapitalisme. Padahal seharusnya menurut akal pikiran yang sehat, kita sebenarnya gak bisa ikut-ikutan aja seperti orang yang bingung. Paling tidak kan kita harus bisa menganalisis sebelum kita mencoba sesuatu, apakah itu baik atau buruk. Padahal, akhir-akhir ini sistem kapitalisme yang pusatnya di Amerika itu mulai kolaps, terkena krisis global, terbukalah juga kelemahan terbesar kapitalisme. Dampaknya, Amerika menjadi susah, apalagi Indonesia sebagai 'follower' Amerika.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-1823532359136309828?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/1823532359136309828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=1823532359136309828' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/1823532359136309828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/1823532359136309828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2008/12/lamunan-senja.html' title='Lamunan Senja'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-3525901781585148326</id><published>2008-12-12T12:58:00.000+07:00</published><updated>2008-12-20T14:12:00.226+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makna Hidup'/><title type='text'>Betapa Nikmat Hidup itu...</title><content type='html'>Hidup, barangkali inilah yang menjadikan dasar proses penggapaian jati diri. Sedalam manakah kita memahami makna hidup ini. Tak sedikit orang yang berhasil menemukan jawabannya, sehingga dapat sukses menjalani hidup ini, dan insya Allah hidup sesudahnya. Inilah cita-cita saya.&lt;br /&gt;Akan tetapi, banyak juga orang yang mungkin gagal menemukan apa arti hidup, hidupnya sendiri. Hal ini dapat terbukti dari banyaknya kasus bunuh diri yang terjadi. Menurut sepengetahuan saya, hal ini diakibatkan oleh keringnya rohani mereka, terutama di Jepang yang mayoritas atheis. Oleh karena itu perlu sekali untuk belajar agama, dan meningkatkan iman kita melalui siraman rohani, selain juga untuk menggapai jati diri manusia sebenarnya.&lt;br /&gt;Hidup, sangatlah nikmat. Sangat banyak sekali kita melewati masa-masa dalam hidup ini. Jika kita menyadarinya, sungguh dalam melewati tahapan masa dalam hidup ini kita melewati waktu yang sangat berharga. Kadang kala juga muncul di benak kita, ingin agar kita terus berada dalam waktu yang bahagia. Saat bersama keluarga, orang tua, teman yang disayangi, teman untuk berbagi. Ingin rasanya waktu itu berhenti.&lt;br /&gt;Hidup ini adalah sesuatu yang indah. Dunia juga sesuatu yang indah, meski tak seindah surga... (kaya' lagunya laskar pelangi nie...). Tapi bener kok, coba yang suka ama fotografi. Pasti paham, kalo setiap momen, setiap waktu, setiap sudut panorama di dunia ini memiliki nilai keindahan dan keseimbangan sendiri. Sungguh indah ciptaan Allah ini.&lt;br /&gt;Lalu, saat kita menyadari perjalanan hidup kita selama ini, dari nol sampai kita menjadi orang seperti saat ini, sungguh, "Subhanallah, saya bisa melewati berbagai petualangan yang hebat, dan sungguh kuat dan tak pantang menyerah untuk mencapai kondisi sekarang." Untuk itu, kita punya alasan untuk mencapai yang lebih baik esok hari, di masa depan. Dan tak seyogyanya bagi seseorang untuk bunuh diri, membuang kehidupan yang indah dan sangat berharga ini. Karena itu saya agak gak sreg sama yang namanya harakiri tuh...&lt;br /&gt;Kemudian, dari guru saya. Hidup itu seperti menanam. Menanam di masa muda. Akan kita tuai hasilnya esok di saat kita dewasa. Hidup juga akan lebih indah jika kita dapat bersama dengan orang lain, teman kita, keluarga kita. Kita akan lebih kuat dalam menjalani hidup ini bersama teman dan keluarga. Ada sebuah kata yang kurang lebih seperti ini, "Walk in front of me, I won't follow; Walk behind me, I won't lead; Just walk beside me, and we'll be together." Oh yeah? Kata tersebut cocok dalam beberapa kasus, juga tak cocok pada beberapa kasus. Bagaimana itu? Tergantung sejauh mana kita dapat memahami langkah dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Kita hidup di dunia ini adalah sebuah titipan. Titipan itu amanah. Amanah akan dimintai pertanggung jawaban. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita berusaha sebaik mungkin menjaga amanah itu. Untuk itu kita perlu menjalani hidup ini sambil mengambil pelajaran di dalamnya, meski ilmu Allah tak akan pernah kita capai seluruhnya, hanya sebagian kecil saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-3525901781585148326?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/3525901781585148326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=3525901781585148326' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/3525901781585148326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/3525901781585148326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2008/12/betapa-nikmat-hidup-itu.html' title='Betapa Nikmat Hidup itu...'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-2000662698196945088</id><published>2008-12-05T13:56:00.001+07:00</published><updated>2008-12-05T13:56:34.034+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku Puisimu'/><title type='text'>Andai Ku Tak Sendiri</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: left;"&gt;Ku tahu bahaya ada di depan…&lt;br /&gt;  Ku tahu musuh menerjang…&lt;br /&gt;  Ku tahu banyak yang bilang jangan…&lt;br /&gt;  Tapi ku tak ingin berpangku tangan… &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Janganlah bimbang diriku…&lt;br /&gt;  Jalan masih lurus di depan…&lt;br /&gt;  Jangan goncang tubuhku…&lt;br /&gt;  Meskipun dingin menusuk tulang… &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Sisi kiri dan kanan yang gelap…&lt;br /&gt;  Tak dapat kuterka apa…&lt;br /&gt;  Pandanganku hanya ada…&lt;br /&gt;  Menatap gerombolan di sana… &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Kenapa kawanku masih terlelap…&lt;br /&gt;  Tak ingin peduli…&lt;br /&gt;  Masa depan yang ada di hadapan… &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Mungkin aku hanya bisa…&lt;br /&gt;  Berdoa menatap masa…&lt;br /&gt;  Kucoba serukan mereka…&lt;br /&gt;  Tuk turut berusaha… &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Andai ku tak sendiri…&lt;br /&gt;  Melangkah maju tak kenal hari…&lt;br /&gt;  Ayo kawan mari berlari…&lt;br /&gt;  Mengubah masa depan… &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-2000662698196945088?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/2000662698196945088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=2000662698196945088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/2000662698196945088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/2000662698196945088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2008/12/andai-ku-tak-sendiri.html' title='Andai Ku Tak Sendiri'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-2121528130584840485</id><published>2008-12-05T13:54:00.000+07:00</published><updated>2008-12-05T13:56:59.114+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku Puisimu'/><title type='text'>Melodi di Pagi yang Gelap</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: left;"&gt;Selamat pagi wahai kawanku, kita terbangun lagi…&lt;br /&gt; Selamat pagi wahai saudaraku, kita kan berjuang lagi…&lt;br /&gt; Selamat pagi wahai teman seperjuanganku, kita kan raih masa depan… &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Janganlah terus melamun dalam ketenangan…&lt;br /&gt; Karena waktu tak kan menunggumu…&lt;br /&gt; Benih racun itu telah menyerbu…&lt;br /&gt; Di tengah tidur lelapmu… &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Tekadkan semangatmu…&lt;br /&gt; Bulatkan niatmu…&lt;br /&gt; Singsingkan lengan bajumu…&lt;br /&gt; Tunjukkanlah hasil upayamu… &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Kokohkan pilar itu…&lt;br /&gt; Tamballah retakan yang menyebar…&lt;br /&gt; Perkuat dengan segala usaha…&lt;br /&gt; Janganlah kau berleha-leha… &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Meskipun kau merasa sepi…&lt;br /&gt; Tetapi kau tak sendiri…&lt;br /&gt; Kan segera datang kawanmu…&lt;br /&gt; Tuk sama-sama berjuang… &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Kau memulainya dengan susah payah…&lt;br /&gt; Dan pula tak kenal lelah…&lt;br /&gt; Percayalah, kemudahan pasti akan datang…&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   Setelah kesulitan menerjang…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-2121528130584840485?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/2121528130584840485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=2121528130584840485' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/2121528130584840485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/2121528130584840485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2008/12/melodi-di-pagi-yang-gelap.html' title='Melodi di Pagi yang Gelap'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-547761773776535900</id><published>2008-12-05T13:34:00.000+07:00</published><updated>2008-12-05T13:57:47.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku Puisimu'/><title type='text'>Senandung Salam</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: left;"&gt;Tirai yang menghalangi kini telah pergi&lt;br /&gt;  Kini akhirnya kita bertemu kembali&lt;br /&gt;  Salam yang hangat nan berseri&lt;br /&gt;  Telah menanti&lt;/p&gt;&lt;div&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Jangan menunggu terlalu lama&lt;br /&gt;Mari kita berusaha bersama&lt;br /&gt;Tak usah bersedih di sana&lt;br /&gt;Mari kita belajar bersama&lt;/p&gt;&lt;div&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tak ada yang perlu disesali&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; Masa lalu yang menempel di hati&lt;br /&gt;'Kan sirna dengan sendiri&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; Untuk maju dengan mandiri&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-547761773776535900?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/547761773776535900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=547761773776535900' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/547761773776535900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/547761773776535900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2008/12/senandung-salam.html' title='Senandung Salam'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-101698315685135590</id><published>2008-12-05T13:12:00.000+07:00</published><updated>2008-12-05T13:17:04.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemberitahuan'/><title type='text'>Lama tak Jumpa, Lama tak Bersapa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wuih, rasanya sudah lama gak ngisi blog sejak baru ndaftar dulu. Alasannya yang paling mendasar, gara-gara gak ada koneksi internet. Tapi, sekarang akan saya usahakan satu minggu dah posting minimal satu artikel. Oye Bro..!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-101698315685135590?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/101698315685135590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=101698315685135590' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/101698315685135590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/101698315685135590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2008/12/lama-tak-jumpa-lama-tak-bersapa.html' title='Lama tak Jumpa, Lama tak Bersapa'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-9208501686493041441</id><published>2008-05-05T14:11:00.000+07:00</published><updated>2008-12-05T13:44:01.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makna Hidup'/><title type='text'>Masa Remaja : Masa Bahagia, Masa Ibadah, Masa Mencari Jati Diri</title><content type='html'>Sering kali diartikan bahwa masa remaja adalah masa indah penuh makna. Memang masa remaja, yang ada pada masa SMP-SMA-Kuliah itu adalah masa yang paling indah bagi hidup seorang manusia. Akan tetapi, masa yang indah penuh makna ini jangan disalah artikan sebagai masa yang digunakan untuk bersenang-senang semata. Memang bermain itu perlu bagi seseorang, tetapi perlu kita lihat lagi, jika bermain atau bersenang-senang dalam hal maksiat sudah jelas bahwa tindakan itu menyia-nyiakan masa remaja, tetapi jika bermain atau bersenang-senang ke arah positif seperti bermain olahraga untuk menjaga kesehatan atau membaca bacaan yang bermanfaat, maka masa remaja ini tidak akan sia-sia, asalkan tidak melalaikan kewajibannya untuk beribadah.&lt;br /&gt;Masa remaja adalah masa yang menyenangkan, karena pada masa ini, kita dapat mencari teman dengan mudah, karena sesama remaja cenderung untuk mencari teman seperjuangan. Dalam mencari teman dan berteman ini hendaknya juga berhati-hati, karena tidak semua teman itu baik. Bisa jadi kita berteman dengan pemakai narkoba atau pelaku maksiat lainnya. Ingat dalam sebuah hadits yang berisi sebuah analogi persahabatan : "Jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita juga akan ikut menjadi wangi, sebaliknya jika kita berteman dengan tukang besi, maka kita juga akan ikut menjadi bau hangus." Dari hadits ini kita dianjurkan untuk mencari teman yang baik yang dapat menghantarkan kita menuju ke kebaikan juga. Akan tetapi, kita juga tidak boleh mendiskriminasikan begitu saja orang yang tidak baik itu tidak berhak untuk dijadikan teman, karena kita juga bisa berusaha untuk menjadikan orang yang tidak baik itu menjadi baik sehingga kita dapat berteman dengan baik dengan semua orang. Asal kita ingat satu hal, jika sudah berteman dengan orang yang tidak baik, jangan mengikuti jejak tak baiknya, tetapi kita dapat memanfaatkan sisi baik yang dimiliki semua orang, karena pada dasarnya semua orang pasti memiliki hati nurani yang berkata dengan benar. Pencuri saja mengakui bahwa mencuri itu sebenarnya perbuatan yang jahat, dan ia terpaksa melakukannya.&lt;br /&gt;Masa remaja/muda adalah masa yang istimewa, karena pada masa ini, pahala ibadah lebih besar, daripada ibadah itu dilaksanakan baru di masa tua. Alasan kenapa pahala ibadah yang dilaksanakan di masa muda ini adalah begitu besarnya hambatan serta tantangan untuk beribadah di masa muda ini, karena begitu banyak kesenangan yang dilakukan oleh kaum muda menggoda iman dan takwa kaum muda untuk turut dalam kesenangan itu dan melalaikan kewajibannya untuk beribadah.&lt;br /&gt;Dan masa remaja atau masa muda ini adalah masa yang menentukan masa depan seseorang. Dan perlu bagi seorang remaja untuk mencari jati dirinya yang akan menentukan arah jalan hidupya. Dalam menentukan jalan hidup ini, jati diri manusia sebenarnya perlu ditemukan dengan jalan berpikir secara logika dengan akal yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada seluruh manusia. Dan untuk menetapkan jati diri, jalan yang paling cocok sesuai dengan akal dan logika adalah dengan mempelajari aqidah&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu dapat disimpulkan bahwa aqidah adalah kunci utama dalam menentukan jati diri kita dalam kehidupan kita yang kurang dari 2 jam waktu akhirat, dalam kehidupan yang hanya sebentar dan dengan hasil yang diperoleh selamanya di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;== renungan ==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah di SD-SMP-SMA yang begitu lama, dalam setiap akhir jenjang ditentukan dalam waktu beberapa hari ujian saja. Akan tetapi kehidupan yang penuh dengan ujian dan cobaan berjalan hanya kurang dari 2 jam waktu akhirat, menentukan kehidupan sesungguhnya di akhirat kelak. Melihat perbandingan ini, kita dapat membuat sebuah hubungan yang sama antara ujian yang satu dan ujian yang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-9208501686493041441?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/9208501686493041441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=9208501686493041441' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/9208501686493041441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/9208501686493041441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2008/05/masa-remaja-masa-bahagia-masa-ibadah.html' title='Masa Remaja : Masa Bahagia, Masa Ibadah, Masa Mencari Jati Diri'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-5857943586424382663</id><published>2008-05-05T14:01:00.000+07:00</published><updated>2008-12-05T13:48:51.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makna Hidup'/><title type='text'>Tinta Pertama</title><content type='html'>[Dulu, di masa kecil, menulis dengan menggunakan bolpoin memang suatu impian yang rasanya tersendiri. Berada di sekolah kampung yang jauh dari permainan yang terlalu moderen, kalau masih belum naik ke kelas 3 SD, belum boleh menulis menggunakan bolpoin dulu. Entahlah apa sebab semua anak diperingatkan seperti itu. Menurut sepengetahuan, kalau masih kecil kan kita masih belum sebegitu bisa menulis dan sukanya hanya corat-coret saja. Kalau sudah menggunakan bolpoin, yang digunakan corat-coret, terutama di tembok, akan sangat sulit untuk menghapusnya atau menghilangkan nodanya.&lt;br /&gt;Dan sewaktu kenaikan kelas 2 ke kelas 3 SD, itulah hari kebahagiaan bagi seorang anak kampung yang jauh dari permainan moderen seperti sekarang. Inilah kali pertama saya dibelikan bolpoin dan juga typeX. Dan saya rasa semua teman-teman sekelas juga mengalami hal yang sama. Dan hari pertama masuk ke kelas 3, juga pertama kali mendapatkan pelajaran yang berbeda dari kelas-kelas sebelumnya, yaitu ada mata pelajaran IPA, IPS dan Bahasa Inggris. Rasa senang anak kampung yang disertai antusias mempelajari IPA menjalari sekujur tubuh saya. Mengapa saat itu saya begitu antusias mempelajari IPA, sedangkan di masa SMA ini banyak sekali anak yang muak mempelajari IPA? Begitu menjengkelkannya kah IPA itu? Saya pun tak tahu akan hal itu... Perputaran kehidupan sehari-hari ini memang benar-benar rumit.&lt;br /&gt;Tinta pertama, dari bolpen pertama kutuliskan pada buku untuk pertama kalinya. Itu, saat yang kunantikan selama 2 tahun di SD, yaitu di kelas 1 dan kelas 2 SD yang semua masih hanya diperbolehkan menulis dengan pensil. Menulis menggunakan bolpoin begitu mendebarkan. Sekali salah, tak akan ada setip (red: penghapus pensil) untuk menghapusnya. Akan tetapi ada typeX yang dapat digunakan untuk menutupi noda kesalahan tulis itu. Inilah sensasi tersendiri menulis menggunakan bolpoin, menuntut kebaikan dalam menulis dan menghindari kesalahan sesedikit mungkin agar typeX tidak akan memenuhi kertas yang penuh dengan noda kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;== renungan ==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar kenangan pengalaman ini, saya dapat menemukan suatu analogi mengenai kehidupan kita di dunia ini. Tinta pertama kita peroleh ketika menginjak usia baligh. Meninggalkan usia kanak-kanak. Mulai usia baligh ini seseorang dituntut untuk mempertanggung jawabkan sendiri dosanya. Sebelum baligh, pada usia kanak-kanak manusia masih belum dikenakan atas pertanggungjawaban dosa, dan masih ditanggungkan kepada orang tuanya. Ini ibarat menulis masih menggunakan pensil yang masih dapat disetip (red: dihapus penghapus pensil). Akan tetapi, jika sudah pada usia baligh, ibarat tulisan sudah menggunakan bolpoin. Kesalahan tidak dapat dihapus begitu saja. Tapi bisa saja ditutup dengan typeX. Dalam hal ini dapat diperjelas, dosa tidak diampuni, tetapi dimaafkan. Perbedaan dosa dimaafkan dan diampuni adalah jika dimaafkan oleh Allah, maka kita masih merasakan neraka untuk menghapus dosa yang ter-typeX. Akan tetapi, dosa yang terampuni berarti sudah ter-setip (penghapus pensil), yang orangnya tidak merasakan neraka sedikitpun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-5857943586424382663?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/5857943586424382663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=5857943586424382663' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/5857943586424382663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/5857943586424382663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2008/05/tinta-pertama.html' title='Tinta Pertama'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-5272534371365436862</id><published>2008-05-05T13:45:00.000+07:00</published><updated>2008-12-05T13:50:10.737+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menuntut Ilmu'/><title type='text'>Dasar Menuntut dan Menyebarkan Ilmu</title><content type='html'>"Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Surat 58. AL MUJAADILAH - Ayat 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (Surat 35. FATHIR - Ayat 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syorga. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa memberikan petunjuk kebaikan, maka baginya akan mendapatkan ganjaran seperti ganjaran yang diterima oleh orang yang mengikutinya, dan tidak berkurang sedikitpun hal itu dari ganjaran orang tersebut. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika manusia telah meninggal maka putuslah amalnya kecuali tiga macam:&lt;br /&gt;1. Sedekah jariyah (yang tahan lama).&lt;br /&gt;2. Ilmu yang bermanfaat.&lt;br /&gt;3. Anak shaleh (berakhlak baik) yang mendo'akan kedua orang tuanya. (HR. Muslim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-5272534371365436862?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/5272534371365436862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=5272534371365436862' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/5272534371365436862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/5272534371365436862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2008/05/dasar-menuntut-dan-menyebarkan-ilmu.html' title='Dasar Menuntut dan Menyebarkan Ilmu'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855657669430091936.post-7934839198641368775</id><published>2008-05-03T14:40:00.000+07:00</published><updated>2008-12-05T13:53:33.019+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku Puisimu'/><title type='text'>Pembuka Jurnal Kehidupan</title><content type='html'>Angin April yang bertiup dengan kencangnya...&lt;br /&gt;Sebagai pertanda pergantian musim...&lt;br /&gt;Sebagai pertanda perubahan diri...&lt;br /&gt;Sebagai awal dari langkah maju tak gentar...&lt;br /&gt;Mengarungi hidup ini...&lt;br /&gt;Menerawang angin yang tenang...&lt;br /&gt;Terlihat burung-burung kecil beterbangan...&lt;br /&gt;Dengan bebasnya...&lt;br /&gt;Dengan gembiranya...&lt;br /&gt;Menatap masa depan yang menanti di depan...&lt;br /&gt;Inilah awal dari catatan perjalanan hidup yang singkat ini...&lt;br /&gt;Yang mungkin akan berguna bagi anak-anak bangsa...&lt;br /&gt;Yang menapak jalan yang sama denganku...&lt;br /&gt;Menuju jalan yang lurus di depan...&lt;br /&gt;Di manakah awal dari jalan yang lurus itu?&lt;br /&gt;Ke manakah ujung jalan yang lurus itu?&lt;br /&gt;Dan untuk apakah jalan yang lurus itu?&lt;br /&gt;Aku ingin mengarungi samudra yang luas itu...&lt;br /&gt;Aku ingin mengarungi sungai yang panjang itu...&lt;br /&gt;Aku ingin menjelajahi daratan yang luas itu...&lt;br /&gt;Aku ingin mendaki gunung yang tinggi itu...&lt;br /&gt;Aku ingin menjelajahi hutan yang lebat itu...&lt;br /&gt;Aku ingin menjelajahi langit yang luas itu...&lt;br /&gt;Tapi hamba hanyalah makhluk yang amat kecil...&lt;br /&gt;Yang tak ada apa-apanya...&lt;br /&gt;Yang entah berguna atau tidak...&lt;br /&gt;Yang selalu ingin berguna untuk yang lain...&lt;br /&gt;Yang selalu ingin mengabdi kepada Allah SWT...&lt;br /&gt;Tapi apa daya hamba yang lemah ini...&lt;br /&gt;Yang tak sanggup melakukan sesuatu itu...&lt;br /&gt;Yang tak dapat melakukan dengan baik...&lt;br /&gt;Yang tak dapat menyelesaikan dengan baik...&lt;br /&gt;Hamba ini serba lemah...&lt;br /&gt;Dengan kelebihan apa?&lt;br /&gt;Hamba tak tahu...&lt;br /&gt;Hamba ingin lebih maju...&lt;br /&gt;Hamba ingin menuntut ilmu...&lt;br /&gt;Yaitu ilmu yang berguna...&lt;br /&gt;Karena ilmu akan berguna,&lt;br /&gt;Jika kita dapat membagikannya dengan orang lain...&lt;br /&gt;Jika kita dapat mengajarkannya dengan orang lain...&lt;br /&gt;Untuk ini hamba ingin membuat sebuah catatan...&lt;br /&gt;Yang mungkin akan berisi ilmu...&lt;br /&gt;Yang menurut hamba berguna...&lt;br /&gt;Untuk diri hamba sendiri...&lt;br /&gt;Juga bagi semua yang melihat dan membaca catatan ini...&lt;br /&gt;Hamba ingin agar catatan ini bisa berguna...&lt;br /&gt;Bagi semua...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855657669430091936-7934839198641368775?l=jurnal-hamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/feeds/7934839198641368775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5855657669430091936&amp;postID=7934839198641368775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/7934839198641368775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855657669430091936/posts/default/7934839198641368775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-hamba.blogspot.com/2008/05/pembuka-jurnal-kehidupan.html' title='Pembuka Jurnal Kehidupan'/><author><name>Ash Habil Yamien</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00753726275542885147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nRwh4hLrFyY/SUT0bgRW1iI/AAAAAAAAAAY/N5BGg50olAk/S220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
