Postingan

Menampilkan postingan dengan label Menuntut Ilmu

Tak Perlu Banyak Alasan untuk Menulis

Gambar
Sudah beberapa tahun aku mencoba untuk mengisi blog ini, namun rupanya masih belum bisa dibilang banyak juga isinya. Dulu aku ingin membuat target untuk menulis sebulan sekali, tetapi ternyata itu sudah berat. Menulis memang bukan hal yang mudah, tetapi juga bukan hal yang sulit (konteksnya sekarang menulis pada media elektronik, hehe). Akan tetapi sedikit demi sedikit aku mulai mencoba merangkai hal-hal sepele dalam konsep-konsep untuk dituliskan, meski dari suatu bahan yang kurang menarik seperti tulisan kali ini. Bagiku menulis itu sama saja dengan kerjaan orang nganggur. Maksudku di sini bukanlah menghina para penulis maupun penganggur. Bagiku menulis memerlukan suatu kesadaran dan waktu yang benar-benar mendukung untuk menulis. Hal itu jarang kita temui jika kita terlalu sibuk dengan setumpuk pekerjaan atau modul pelajaran yang harus segera dilahap. Pada kenyataannya memang kita bisa menulis dengan baik pada saat waktu kita luang atau memang kita meluangkan sedikit waktu kita ...

Pelajaran Terakhir Ternyata Masih Jauh

Gambar
Kurasa, sebenarnya waktu itu tidak ada. Ia tidak berwujud. Ia tidak bernyawa. Akan tetapi ia memiliki definisi sehingga ia ada. Dalam suatu keadaan hampa tanpa ada apa-apa waktu itu tiada. Namun ketika matahari timbul tenggelam, manusia tumbuh semakin besar di masa kanak-kanak, kulit semakin keriput di masa tua, dan suatu generasi digantikan oleh generasi lain, maka definisi waktu telah tercipta. Sedang Allah yang kekal tidak berada pada dimensi waktu itu. Kita hidup dalam sebuah batasan waktu. Hidup kita terkekang oleh waktu yang menjadi kuota masing-masing orang. Kuota itu tidak sama bagi tiap orang. Sekarang, tinggal bagaimana kita memanfaatkan kuota itu baik-baik.

Dasar Menuntut dan Menyebarkan Ilmu

Gambar
Ilmu adalah sebuah harta. Ia adalah harta yang sangat tinggi harganya. Begitu bernilainya ilmu maka dalam opsi pemberian Allah kepada Nabi Sulaiman, antara ilmu, harta, dan kekuasaan, beliau (Nabi Sulaiman) memilih ilmu. Dengan ilmu maka harta dan kekuasaan dapat diraih, tetapi dengan harta ataupun kekuasaan tidak selalu semuanya bisa didapatkan. Lantas apakah keutamaan ilmu itu? Ilmu dapat mengangkat kedudukan kita entah di lingkungan masyarakat maupun di hadapan Allah. Orang yang berilmu itu adalah orang yang berakhlak baik dan benar-benar mencerminkan ilmu yang dimilikinya. Di masyarakat, orang yang berilmu seperti ini akan lebih dihormati, ditiru, dan diikuti banyak orang. "Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di ant...