Postingan

Menampilkan postingan dengan label Senandung

Memang Jauh, Tetapi...

Gambar
Siang itu, radio yang biasa kuputar untuk mengalahkan rasa suntuk dan kesepian tengah melantunkan suatu lagu, menemani kesibukanku menyelesaikan laporan. Lagu ini merupakan salah satu lagu favorit rekan-rekan seperjuangan yang selalu berhasil membawa anganku kepada atmosfer 'rindu' saat bekerja jauh dari sanak keluarga. Memang bagi kami selalu ada berat hati di awal trip dan selalu ada rindu menjelang akhir trip. Dan lagu ini cukup sukses menambah semangat kami di masa akhir trip. *** Dering telefonku membuatku tersenyum di pagi hari Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi

Asa Kalbu, Derita Jiwa

Gambar
Di malam nan sunyi sepi ku terjaga Ditemani kerlip bintang dan sinar purnama Aku bisa melihat dan merasa Bahwa di sini ku menyendiri demi asa Sudah kutulis resolusiku Bahwa diri ini harus lebih baik dari dulu Namun apa daya hamba Maksiat dan buruknya amal belum binasa Aku hanya seorang manusia biasa Punya banyak salah dan dosa Bisa lupa dan alpa Apalagi jika itu disengaja Hidup ini singkat katamu Tapi apa guna jika penuh maksiat Aku ingin sembuh aku ingin tobat Maka tuntun aku wahai cintaku

Manusia di Tengah Semesta

Gambar
Kita hidup di pusaran zaman yang memainkan nasib Kita manusia melangkah menyusuri jalan masing-masing Ada yang ikut arus dengan usaha layaknya perenang jeram Ada yang begitu percaya dengan cita layaknya pendaki dan pemanjat Ada yang suka mencari hal tak terduga layaknya penyusur gua Pun pada suatu saat kita akan meraih suatu titik Di mana kita sadar kita tak ada apa-apanya Kita adalah titik kecil di tengah ketidakpastian yang besar

Lumpur

Gambar
Langit mendung kelabu Awan murung mengambang pelan Angin dingin mengalun syahdu Membawa kabar datangnya rindu Rintik rejeki menghujam pertiwi Melantunkan nada seribu duka Meneteskan rahmat untuk pusaka Namun kering tak kuasa menjaga

Jiwa yang Baru

Gambar
Fajar menyongsong Gelap pun hilang Hitam berganti terang Gemintang menghilang Insan tersadar dari mimpi Ingin mendapati paginya hari Memulai segala dari ini Menjadi pemenang atas diri Kawan... Bangun, berdiri, siapkan diri! Menyongsong pagi nan berseri Hari ini kita ‘kan berlari Menuju impian di hadapan diri

Hinggaplah Cinta

Gambar
Kusadari cinta ini menghinggapi Merekah semerah delima serona jingga Hangat mesra merasuk sukma hingga jiwa Meski sementara aku tetap mensyukurinya Wangi semerbak kasturi Seindah pelangi dan warna senja merona Semerdu kicauan burung yang bersenandung Seaneka dunia dipadu berbagai warna Aku ingin indahnya dunia dan seisinya Aku ingin indahnya jannah yang belum pernah kujumpai Aku ingin indahnya warna yang belum pernah kutemui Aku ingin indahnya keberagaman aneka rupa

Doaku karena Langit

Gambar
Gradasi langit indah nan menawan Fajar pagi menghapus kelam Senja jingga menutup terik Ditemani awan aneka rupa pesonanya Birunya langit siang memberi warna Gelapnya langit malam menenangkan jiwa gelisah Berhamburnya bintang di langit meramaikan keindahan Bulan bintang bergiliran menjaga aktivitas Sejuta warna nan elok tersembunyi di sana Ialah langit yang luas tak terkira Ialah yang terpisah dari bumi entah berapa jaraknya Ialah ciptaan Allah Yang Maha Esa

Mengapa Engkau Melupakan itu Semua

Gambar
Mengapa dunia fana begitu melenakan? meski suatu nikmat tak bertahan lama meski maksiat tak terlalu menyenangkan meski dosa sulit dipikul Mengapa dunia fana begitu menjerumuskan? meski hati nurani selalu ada dalam diri meski budi pekerti telah terpatri meski ilmu telah kita pelajari Mengapa dunia fana begitu menina-bobokkan? meski pikir selalu terjaga waspada meski akal ada untukku meski waktu sempit ada pada diri Mengapa dunia fana ini penuh dengan tipu daya? meski iman ini ada di hati meski baik buruk telah jelas di hati meski akal telah ada untuk kemanfaatan diri ini

Andai Ku Tak Sendiri

Gambar
Ku tahu bahaya ada di depan… Ku tahu musuh menerjang… Ku tahu banyak yang bilang jangan… Tapi ku tak ingin berpangku tangan… Janganlah bimbang diriku… Jalan masih lurus di depan…

Melodi di Pagi yang Gelap

Gambar
Selamat pagi wahai kawanku, kita terbangun lagi… Selamat pagi wahai saudaraku, kita kan berjuang lagi… Selamat pagi wahai teman seperjuanganku, kita kan raih masa depan… Janganlah terus melamun dalam ketenangan… Karena waktu tak kan menunggumu… Benih racun itu telah menyerbu… Di tengah lengah tidur lelapmu…

Senandung Salam

Gambar
Tirai yang menghalangi kini telah pergi Kini akhirnya kita bertemu kembali Salam yang hangat nan berseri Telah menanti Jangan menunggu terlalu lama Mari kita berusaha bersama Tak usah bersedih di sana Mari kita belajar bersama Tak ada yang perlu disesali Masa lalu yang menempel di hati 'Kan sirna dengan sendiri Untuk maju dengan mandiri

Pembuka Jurnal Kehidupan

Gambar
Angin April yang bertiup dengan kencangnya... Sebagai pertanda pergantian musim... Menjadi panggilan atas perubahan diri... Sebagai awal dari langkah maju tak gentar... Untuk mengarungi hidup ini... Menerawang angin yang tenang... Melintas burung-burung kecil beterbangan... Dengan bebasnya... Dengan gembiranya... Menyambut masa depan yang menanti di depan... Inilah awal dari catatan perjalanan hidup yang singkat ini... Yang mungkin akan meninggalkan arti... Bagi penapak jalan yang sama... Menuju jalan yang lurus di depan... Dari manakah awal dari jalan yang lurus itu? Ke manakah ujung jalan yang lurus itu? Dan bagaimana kita menapak jalan yang lurus itu?